Pemerintah Syiah Suriah Lancarkan Serangan Udara, 21 Orang Meninggal Dunia

Suriah, Mukminun.com - Helikopter dan pesawat tempur milik pemerintah Syiah Suriah melancarkan rentetan serangan udara di satu kawasan yang berada di bawah kendali Daulah Islamiyah. Kejadian tersebut dilaporkan terjadi hanya dalam satu malam (Ahad, 9 November 2014) yang berujung pada tewasnya 21 warga sipil di kota tersebut, demikian Fox News melaporkan.

Serangan tersebut menyasar kota Al-Bab di Aleppo pada Sabtu dini hari dan berlangsung hingga Ahad subuh waktu setempat. The Aleppo Media Center dan Syrian Observatory for Human Rights juga mengonfirmasi adanya laporan serangan tersebut.

Direktur Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdurrahman, mengatakan bahwa total ada 10 serangan, 7 di antaranya adalah serangan bom barel yang dijatuhkan oleh helikopter pemerintah Syiah Suriah. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa 21 orang meninggal dunia dan 100 lainnya luka-luka akibat serangan tersebut.

Jumlah berbeda keluar dari The Aleppo Media Center yang mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat serangan biadab tersebut mencapai 30 orang, sedang 85 lainnya luka-luka.

Kantor berita Fox News yang merupakan instansi milik Yahudi di Amerika juga membenarkan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh pasukan pemerintah syiah Suriah pimpinan Bashar Assad.

Fox News menambahkan bahwa pasukan koalisi AS juga sempat melakukan serangan ke beberapa kawasan di Suriah meski mereka juga mengatakan bahwa tidak ada koordinasi antara Washington dengan Damaskus.

Abdurrahman menambahkan bahwa setidaknya 1.000 orang meninggal dunia di peperangan Kobani, termasuk di dalamnya adalah 609 pejuang Daulah Islamiyah, 363 tentara Kurdi yang biasa disebut YPG, 24 warga sipil dan puluhan mujahidin lainnya.
In southern Syria, meanwhile, Islamic rebel brigades and the Al Qaeda-linked Nusra Front seized the town of Nawa from forces loyal to Assad, the Observatory said.

"Nusra dan mujahidin lain mengontrol seluruh area di kota itu dan kawasan sekitarnya," ujar Abdurrahman. "Pasukan rezim menarikndiri karena mereka lemah di sana."

Aktivis HAM mengatakan bahwa lebih dari 200.000 orang meninggal dunia sejak pecah peperangan antara Syiah melawab Islam di Suriah pada 2011 silam. (Foxnews/Mukminun)

0 komentar:

Post a Comment