Israel Inginkan Warga Yahudi Bisa Beribadah Di Masjid Al-Aqsa

Palestina, Mukminun.com- Seorang anggota Arab Knesset mengungkapkan bahwa akan ada voting dalam beberapa bulan ke depan terkait rancangan "undang-undang" yang menghendaki adanya pembagian jatah penggunaan Masjidil Aqsa antara umat Islam dengan warga Yahudi.

Masoud Ghanayim, sebagaimana dikutip oleh harian Felesteen pada Senin kemarin, mengatakan bahwa "draft undang-undang yang telah disiapkan oleh komite parlemen dalam negeri mengatur bahwa warga Yahudi bisa menjalankan ibadah di Masjid Al Aqsa."

"Hal ini didasarkan pada proposal yg memberi hak sama antara umat Islam dengan yahudi terkait akses dan pengginaan tempat suci tersebut. Proposal itu juga mengatur lokasi-lokasi tertentu di mana Yahudi dapat menjalankan sembahyang mereka."

Perlu diketahui bahwa  baik hukum Rabbani maupun hukum Israel sama-sama melarang warga Yahudi untuk beribadah di Masjid Al Aqsa. Sebagian besar warga yahudi yang berupaya melakukan sembahyang di situs tersebut biasanya warga yahudi ilegal dari kelompok sayap kanan.

Kota Tua Jerusalem, tempat di mana Masjid Al Aqsa berada, dikenal dunia sebagai kawasan Palestina yang sedang dijajah Israel. Otoritas Israel sendiri juga sering melarang umat Islam Palestina untuk beribadah di sana.

Menurut Ghanayim, proposal tersebut juga menghendaki agar otoritas Israel bisa leluasa melarang aksi demo dan protes dari warga sipil Palestina di kompleks Masjid Al Aqsa.

"Disetujuinya proposal UU tersebut akan menjadi agresi biadab terhadap hak-hak keagamaan Umat Islam di seluruh dunia," jelas Ghanayim.

"Masjid Al Aqsa adalah bagian dari dunia Islam dan dunia Arab dan tidak bisa dipecah belah kapan pun di mana pun. Ia adalah bagian dari tanah Arab dan tanah Palestina yang dijajah oleh Zionis dan penjajahan yang ilegal itu tidak semestinya menerapkan undang-undang seperti itu."(Middleeastmonitor/Mukminun)

0 komentar:

Post a Comment