Reporter Muslimah di AS Merasa Didzhalimi oleh Politisi Partai Republik


Amerika, Mukminun.com – Seorang mahasiswi muslimah di Amerika Serikat, yang segera lulus kuliah dengan gelar ilmu politik, dihadapkan dengan pernyataan berbau rasis dari politisi Partai Republik Amerika Serikat ketika ia menghadiri konvensi partai tersebut.

Heba Said, 22 tahun, dilaporkan mendapat kedzhaliman berupa cacian dan disebut “Islamis” oleh beberapa delegasi Partai Republika hanya karena Said istiqamah mengenakan jilbab di tengah masyarakat sekuler.

“Saya mendatangi konvensi sebaga reporter dan berharap bisa menjelaskan kepada pembaca tentang diskusi panel yang saya hadiri. Akan tetapi, saya mendapati ada cacian yang menjijikkan,” demikian tutur Heba Said, mahasiswi tingkat akhir di University of Texas, Arlington dan editor rubrik opini koran kampus, The Shorthorn, sebagaimana tertulis dalam kolomnya.

Reporter muslimah tersebut kiranya hendak menjelaskan kepada pembaca tentang pengalamannya mengikuti diskusi panel dengan beberapa delegasi Partai Republik AS. Namun naas, mimpinya hancur menyusul pernyataan berbau rasis yang diarahkan kepadanya.

“Ketika saya berjalan menyusuri lobi, orang-orang berhenti, terpaku dan menggeleng-gelengkan kepala melihat saya,” tulis Said. “Saya dibilang, ‘you people’ dan ‘y’all Muslims’ beberapa kali hingga saya tak bisa menghitungnya. Dan yang paling parah, cara mereka melihat saya, seolah-olah saya ini makhluk yang harus ditakuti, terlebih ketika saya berjalan ke arah mereka.”

“Setelah berdiskusi dengan seorang kandidat, tentang apakah ada upaya (dari Partai Republik) untuk menjangkau pemilih muslim, saya merasa diri saya tidak dianggap sebagai warga Amerika yang sah. Seolah-olah yang dia katakan hendak menyingkirkan identitas saya sebagai Amerika,” tulisnya lebih lanjut.

Kepada Yahoo News pada Sabtu 14 Juni 2014, juru bicara Partai Republik daerah Texas menyangkal pernyataan Heba Said.

“Saya tidak mendapati adanya hal tersebut,” kata Steve Munisteri. “Saya tidak pernah sekali pun mendengar adanya pernyataan antiislam dan saya tidak pernah melihat sekalipun aktivitas antiislam.” Wallahu’alam bish shawwab. (Worldbulletin/Mukminun/Nugrohoirfan)