Perancis sebut Syiah Nushairiyah di Suriah Gunakan Senjata Kimia 14 Kali sejak Oktober

Suriah, Mukminun.com – Rezim Syiah Nushairiyah Suriah dipercaya telah menggunakan senjata kimia, termasuk klorin, dalam 14 serangan mereka terhadap warga sipil sejak Oktober 2013, demikian tutur Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius pada Selasa, 13 Mei 2014.

Fabius, yang sedang dalam kunjungan kenegaraan ke Washington, juga menyuarakan kekecewaan Perancis terhadap Amerika, terutama Barack Obama, yang gagal menjatuhkan sanksi pada rezim Syiah Nushairiyah Suriah menyusul penggunaan gas sarin, dengan mengatakan bahwa sebenarnya hukuman tersebut dapat merubah keadaan di lapangan.

Awal mulanya memang Obama mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada pimpinan Syiah Nushairiyah di Suriah, Bashar Assad, menyusul penggunaan senjata kimia terhadap muslim sunni sipil di salah satu negara Syam tersebut. Namun akhirnya pemerintah Amerika justru enggan berbuat apa-apa terhadap kejahatan teroris Syiah Nushairiyah laknatullah.

“Kami kecewa karena kami pikir hal tersebut dapat merubah banyak hal... Namun apa yang terjadi ya sudah lah, dan kami tidak ingin menulis ulang sejarah,” tutur Fabius saat konferensi pres di Washington.

Fabius menambahkan bahwa pihaknya memiliki saksi-saksi yang kuat akan adanya penggunaan 14 senjata kimia sejak Oktober 2013.

Meski rezim Syiah Nushairiyah Suriah mengaku telah menyerahkan 92 persen stok senjata kimia yang mereka miliki, Perancis meyakini bahwa rezim Bashar Assad laknatullah masih memiliki banyak pasokan senjata kimia yang masih disembunyikan.

Ke-14 insiden penggunaan senjata kimia dalam beberapa minggu terakhir merupakan bukti bahwa rezim Bashar Assad masih berkomitmen menggunakan senjata kimia, terutama klorin.

Washington sendiri mengaku sedang menyelidiki dugaan Fabius, dan akan merespon pernyataan menteri Perancis tersebut secara serius.

Meski begitu, seorang pejabat senior Amerika justru menyangkal pernyataan Fabius dengan alasan bahwa seluruh stok senjata kimia rezim Bashar Assad telah dihancurkan oleh tim khusus dari PBB beberapa bulan silam.

Kesaksian Kelompok HAM
Human Rights Watch mengatakan pada Selasa bahwa mereka juga memiliki bukti bahwa pemerintah Suriah telah menggunakan gas klorin pada pertengahan April 2014, sehingga jelas melanggar pakta penggunaan senjata kimia.

Satu tim dari The Organization for the Prohibition of Chemical Weapons juga telah dikirim untuk menginvestigasi penggunaan senjata kimia oleh rezim Syiah Nushairiyah Bashar Assad.

Barat mengaku sedang menguji bukti-bukti penggunaan senjata kimia yang telah berhasil dikumpulkan.

“Kami pikir ada penggunaan secara taktis dari pihak rezim bahwa senjata kimia benar-benar digunakan di beberapa area untuk membuka blokade mujahidin Suriah," tulis pernyataan resmi.(Arabnews/Mukminun/Nugrohoirfan)