Dua Mahasiswi Muslim Australia Dikeluarkan dari Tempat Magang Karena Jilbab

Australia, Mukminun.com- Keputusan satu kampus Kristen di Queensland, Australia, untuk memecat dua mahasiswa keguruan menuai kemarahan dari segenap lapisan umat Islam di negara Kangguru tersebut.

“Ini bukan berita bagus, ini begitu menyita perhatian saya,” tutur kepala Islamic College of Brisbane, Mubarak Noor kepada Courier Mail pada Ahad, 25 Mei 2014.

Kontroversi muncul setelah pemecatan dua mahasiswi keguruan yang sedang tugas di Redlands College setelah mereka berdua kedapatan mengenakan jilbab.

Keduanya dikabarkan sedang menjalani magang di sekolah tersebut tahun ini.

Rektor Redlands College, Mark Bensley, membenarkan berita tersebut dan mengatakan bahwa keduanya telah dipindah ke sekolah lain.

“Saya punya tugas untuk memastikan bahwa mereka yang mengajar di Kampus senantiasa menjunjung tinggi prinsip-prinsip, perilaku dan iman Kristen," tulis sang rektor tentang alasan pemecatan dua mahasiswi magang tersebut.

“Saya melihat penggunaan jilbab sebagai suatu tindakan yang jelas-jelas berlawanan dan tidak sejalan dengan prinsip, perilaku dan iman Kristen.

“Meski saya menghormati keinginan (mereka) untuk mengenakan jilbab, saya pikir itu tidak tepat jika dilakukan di Redlands College," imbuhnya.

Keputusan tersebut menuai banyak kecaman dari orang tua dan komunitas umat Islam yang merasa “frustasi” (dengan terus menerus jadi subyek kedzhaliman minor di Australia).

Tindakan Bensley “secara langsung bertentangan dengan pondasi dasar iman Kristen,” tutur Menteri Pendeta Uniting Church, Anneli Sinnko.

Umat Islam telah ada di Australia selama lebih dari 200 tahun dan diperkirakan jumlah mereka mencapai 1.7 persen dari 20 juta jiwa populasi Australia.

Islam adalah agama terbesar kedua di Australia setelah Kristen.

Islam memandang penggunaan jilbab sebagai kewajiban bagi wanita Muslimah, berdasarkan ajaran yang tertera dalam kitab suci Al-Quran.(Onislam/Mukminun/Nugrohoirfan)