PBB nilai Rezim Suriah Nushairiyah Dalang Sebagian Besar Kejahatan Kriminal di Suriah


Suriah, Mukminun.com- Rezim pemerintah Syiah Nushairiyah di Suriah harus bertanggung jawab atas segala kedzhaliman terhadap rakyatnya, demikian pernyataan ketua misi kemanusiaan PBB, Navi Pillay, pada Selasa 8 April 2014. Ia juga menyeru agar pembesar rezim Syiah Nushairiyah di Suriah dibawa ke pengadilan internasional.

"Keadilan kriminal harus direnggut.  Dewan Keamanan harus mampu menyatukan ide bahwa kejahatan kriminal telah terwujud dan mereka (rezim Syiah Nushairiyah Suriah) harus dihukum," tutur Pillay kepada reporter di New York.

"Di sana harus ada keadilan, akuntabilitas dan situasi di Suriah tidak seharusnya dibiarkan terus dalam kegelapan."

 Konflik tiga tahun di Suriah telah merenggut lebih dari 150,000 nyawa, menurut data dari Syrian Observatory for Human Rights, sedangkan sebagian besar raykat Suriah dilaporkan meninggalkan rumah mereka.

Pillay mengakui bahwa baik pemberontak maupun pemerintah Syiah Nushairiyah Suriah sama-sama patut disalahkan atas tragedi kemanusiaan, namun 'Anda tidak dapat membandingkan keduanya.'

"Ialah pemerintah (Syiah Nushairiyah Suriah) yang paling bertanggung jawab atas berbagai pelanggaran dan semua penjahat harus diidentifikasi...untuk diajukan ke pengadilan kriminal internasional," kata Pillay.

Konflik di Suriah dimulai sejak Maret 2011 menyusul protes terhadap Presiden Syiah Bashar al-Assad.

Setelah rezim Syiah Nushairiyah Suriah mulai bersikap brutal terhadap demonstran, pemberontak pun mulai mengangkat senjata sehingga pecah perang di negeri Syam tersebut.

Pillay mengatakan bahwa proses membawa pejabat Syiah Nushairiyah Suriah ke meja pengadilan tidak boleh terpengaruh oleh hasil dari dua perundingan di Swiss, namun harus didasari pada niat baik untuk mengakhiri konflik.

"Ini semua merupakan proses paralel, Anda tidak hanya perlu menegosiasikan perdamaian," kata Pillay. "Anda harus punya perdamaian."(Nowsyria/Mukminun/Nugrohoirfan)