Jumlah umat Islam di Inggris berkembang pesat dari penjara

Inggris, Mukminun.com – Sensus terbaru menunjukkan bahwa jumlah umat Islam di penjara-penjara di Inggris terus meningkat dalam sepuluh tahun terakhir. Fenomena tersebut mendorong kementrian setempat untuk melakukan investigasi apakah polisi dan otoritas keadilan setempat memperlakukan umat Islam secara layak.

"Hal ini begitu mengherankan dan menarik banyak perhatian, bahwa satu dari tujuh narapidana adalah muslim. Hal ini sama dengan satu dari dua puluh populasi (di Inggris adalah muslim), tutur Sadiq Khan dari Justic Secretary kepada The Independent.

Ia juga menuturkan bahwa kepuasan pemerintah terhadap isu ini pun luar biasa."

Komentar Khan merupakan tanggapan atas hasil sensus terbaru mengenai jumlah narapidana muslim di Inggris.

Meski jumlah umat Islam sekarang berkisar 4.7 persen dari total populasi di Inggris dan Wales, statistik menunjukkan bahwa satu dari tujuh narapidana (147 persen) di Inggris dan Wales adalah muslim.

Angka yang mengejutkan juga ditemui di beberapa penjara di Whitemoor, penjara kategori A di Cambridgeshire, di mana satu per tiga (43 persen) narapidana di sana adalah muslim.

Populasi narapidana muslim di Inggris meningkat dari 5,502 (7.7 persen) di tahun 2002 menjadi 11,729 di tahun 2013 (14 persen) dan diperkirakan akan terus meningkat cepat karena banyaknya pemuda muslim di penjara-penjara khusus bawah umur.

Penjara lain yang memiliki proporsi muslim yang tinggi terdapat di Isis (34 persen) dan Feltham (33 persen), yang keduanya berada di London.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa satu pertiga dari narapidana muslim berlatar belakang Afrika dan Karibia.

Beberapa pakar kriminal mengatakan bahwa ada banyak pemuda dengan latar belakang Pakistan dan Bangladesh yang menghuni penjara di Inggris.

Islamophobia?

Bagi beberapa muslim, peningkatan dramatis terhadap jumlah narapidana muslim merupakan jawaban langsung terhadap meningkatnya sentimen antiislam di Inggris.

"Beberapa pemuda muslim terus menerus mendapat pengawasan selama mereka di sekolah dan seterusnya. Pemerintah seperti memasang kamera pengawas pada mereka," tutur Muzammil Quraishi, dosen senior kriminologi di Salford University.

"Beberapa populasi sering dijadikan kambing hitam di mata agensi penegak hukum."

Mizanur Rahman, juru bicara Organisasi Narapidana Muslim, menyalahkan adanya sentimen antiislam dan rasisme di kalangan petugas kepolisian.

Di sisi lain, Amal Imad dari lembaga amal Muslim Aid, menyalahkan rendahnya kualitas pendidikan serta sulitnya akses terhadap lapangan kerja oleh umat Islam sebagai penyebab tingginya jumlah narapidana muslim di Inggris.

"Bisa jadi mereka sulit berintegrasi di dalam masyarakat, mereka tidak berpikir bahwa mereka memiliki kesempatan emas untuk berintegrasi dengan masyarakat," kata Amal.

Inggris merupakan rumah bagi minoritas muslim yang berjumlah sekitar 2.7 juta.(Onislam/Mukminun/nugrohoirfan)