Bentrokan pecah setelah pemukim yahudi kuasai Masjid Al-Aqsa

Palestina, Mukminun.com – Teroris israel laknatullah menangkap delapan umat Islam Palestina pada Ahad (1 Desember 2013), termasuk dua muslimah, menyusul bentrokan antara pemukim yahudi dengan santri-santri di Masjid Al-Aqsa.

“Teroris israel menggunakan bom gas untuk mengusir jamaah dan santri-santri," tutur satpam Masjid Al-Aqsa, Othman Abu Gharbiye kepada kantor berita Anadolu.

“Ada beberapa santri dari kalangan Palestina yang mengalami sesak nafas,” tambahnya.

Teroris israel laknatullah menyerang kompleks Masjid Al-Aqsa setelah pecah bentrokan antara pemukim yahudi laknatullah dengan umat Islam Palestina. Hal tersebut terjadi setelah pemukim yahudi laknatullah melakukan ritual Talmudic di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa.

Mereka menangkap lima pria, dua muslimah, dan seorang petugas pemadam kebakaran di Masjid Al-Aqsa.

“Sekitar 50 pemukim yahudi laknatullah menduduki Al-haram Al-Sharif pagi hari tadi di bawah perlindungan dari teroris israel dari kalangan polisi dan teroris israel dari kalangan militer," tutur Abu Gharbiye.

Dalam minggu-minggu terakhir, pemukim yahudi – seringnya dilindungi oleh teroris israel, berulang kali memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa.

Arogansi pemukim yahudi laknatullah memicu kemarahan umat Islam Palestina yang sering berujung pada bentrokan di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa.

Masjid Al-Aqsa adalah tempat suci ketiga bagi umat Islam, setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Namun pemukim yahudi laknatullah menganggap Masjid Al-Aqsa sebagai “Temple Mount” yang sering disebut sebagai tempat dua kuil yahudi di masa lampau.(Worldbulletin/Mukminun)

*Diterjemahkan dari artikel asli dalam English ke dalam Bahasa Indonesia oleh Irfan Translator Pro.