Aktivis: Serangan udara teroris Syiah Suriah gugurkan 12 muslim, termasuk tujuh anak-anak

Foto: MwcNewsNet
Suriah, Mukminun.com - Aktivis mengatakan bahwa pesawat tempur rezim Syiah Suriah meluluhlantakkan suatu kota di kawasan utara Suriah pada Sabtu 7 Desember 2013, yang berujung pada gugurnya 12 umat Islam, termasuk tujuh anak-anak.

Lembaga Pengamat HAM Suriah melansir laporan bahwa serangan udara teroris Syiah Suriah dilancarkan di tujuh kota di kawasan utara Kota Raqqa. Empat muslimah termasuk dalam 12 korban tewas tersebut, sedang puluhan lainnya luka-luka, tutur Lembaga tersebut.

Teroris Syiah Suriah sendiri mengklaim bahwa mereka telah merebut kota Raqqa pada Maret 2013 lalu. Kota Raqqa merupakan kota pinggiran yang telah 100% dikuasai teroris Syiah Nushairiyah sejak pecah perang antara Islam melawan Syiah pada Maret 2011 silam.

Mereka juga mengklaim telah menguasai kawasan utara dan sebagian Aleppo, kota terbesar di Suriah berikut pusat-pusat bisnisnya.

Serangan udara merupakan senjata pamungkas bagi teroris Syiah pimpinan Bashar Assad untuk merebut kembali kawasan yang pernah dikuasai mujahidin Suriah, khususnya di utara dan perbatasan Turki.

Pekan kemarin, setidaknya 50 rakyat sipil gugur sebagai syuhada (insyallah) ketika dua helikopter teroris Syiah Nushairiyah Suriah menyerang dua kota di Aleppo.

Aktivis mengatakan bahwa serangan udara adalah senjata utama rezim Syiah Nushairiyah dalam membunuh rakyat sipil. Lebih lanjut Lembaga tersebut memprediksi bahwa teroris Syiah Nushairiyah akan semakin gencar melakukan serangan untuk merebut beberapa wilayah yang sempat dikuasai mujahidin menjelang perundingan damai di Jenewa, Januari 2014 mendatang.

Kekuatan teroris Syiah melalui udara diklaim telah berhasil membatasi gerak mujahidin Suriah di titik-titik yang mereka tempati.

Konflik Suriah bermula dari protes damai umat Islam terhadap rezim Syiah Nushairiyah yang justru dibalas dengan kedzhaliman oleh teroris Syiah Nushairiyah yang berujung pada jatuhnya korban jiwa sebanyak 120,000 orang, tutur Aktivis.

Di Barat Suriah, pasukan teroris Syiah Suriah yang didukung teroris Hezbollah sering terlibat pertempuran dengan para mujahidin dari Al-Qaeda yang telah menguasai titik-titik penting di kawasan ujung utara dan selatan Suriah.

Jalan yang menghubungkan Damaskus dan kawasan utara Suriah dinilai titik vital bagi kesuksesan pada mujahidin Suriah dalam upaya pembebasan Suriah dari cengkeraman Syiah Nushairiyah.

Organisasi Pelarangan Senjata Kimia mengatakan pekan kemarin, bahwa mereka akan menggunakan jalan tersebut untuk membawa senjata kimia teroris Syiah ke pelabuhan di Latakia untuk dihancurkan di laut.

Pertempuran antara teroris Syiah dengan mujahidin Suriah pada Sabtu lalu sendiri terpusat di kota Nabek. Sedangkan jalan yang berada di kota tersebut telah ditutup sejak 18 hari yang lalu karena besarnya eskalasi pertempuran antara Syiah dengan Islam di sana.

Di saat yang bersamaan, teroris Syiah Suriah juga dilaporkan telah membantai tujuh anak-anak di kota Nabek tersebut.

The fighting in Nabek pits Assad's army and allied militia against rebel factions including al-Qaeda-linked fighters.

Foto-foto yang muncul di sosial media menunjukkan apa yang disebut oleh para Aktivis sebagai mayat-mayat berdarah lima anak-anak dan bahkan lapora yang terbaru mereka meralat jumlah korban dari anak-anak menjadi tujuh jiwa.

Banyak pihak yang menuding teroris Syiah atas pembantaian tersebut, namun hal tersebut belum bisa dikonfirmasi. Mujahidin dan rakyat kota Nabek sendiri adalah mayoritas Islam (Sunni).

Nabek berada 80 kilometer utara Damaskus, di pertengahan jalan yang menghubungkan ibukota tersebut dengan Homs serta basis Syiah Nushairiyah di pesisir utara.

Pertempudan di kawasan tersebut semakin intensif bulan kemarin ketika rezim Syiah Suriah meluncurkan serangan besar-besaran untuk mengamankan kota-kota di sepanjang jalan tersebut. Teroris dari kelompok Syiah Lebanon, Hezbullah, pun juga bergabung bersama teroris Syiah Nushairiyah Suriah pimpinan Bashar Assad laknatullah.

Teroris pendukung rezim Suriah meluluhlantakkan kawasan Nabek dan menembaki rumah-rumah di kawasan barat pada Ahad (8 Desember 2013).

Kantor Berita SANA, yang merupakan milik rezim syiah, tidak menyebutkan detail jumlah korban, namun dalam pemberitaannya mereka hanya mengatakan bahwa sedang terjadi pertempuran di Nabek untuk "membersihkan kota dari kelompok teroris bersenjata" (baca: Mujahidin).

Lebih dari 120,000 jiwa gugur sebagai syuhada (insyallah) dalam pertempuran antara Syiah melawan Islam di Suriah sejak Maret 2011.(Aljazeera/Mwcnews/Mukminun)

*Artikel ini diterjemahkan dari English ke Bahasa Indonesia oleh Irfan Translator Pro.