Malaysia: Seluruh ajaran Syiah di Malaysia menyimpang dari Akidah Islam yang lurus

Datuk Othman Mustapha JAKIM | Foto: MalaysianDigestCom
Malaysia, Mukminun.com – Seluruh ajaran Syiah menyimpang dari akidah ahlus sunnah wal jamaah (sunni) yang dianut oleh umat Islam di Malaysia, dan ajarah Syiah telah melanggar syariat Islam, demikian tutur Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM).

Direktur Jenderal Jakim, Datuk Othman Mustapha juga membantah klaim-klaim bahwa ada beberapa cabang Syiah yang memiliki kesamaan dengan Islam.

Datuk Othman mengatakab bahwa menurut hasil penelitian JAKIM, salah satu cabang Syiah, Syiah Itsna’Asy-Ariyyah, mulai berkembang di Malaysia setelah Revolusi Iran tahun1979.

“Begitulah, ajaran Syiah yang diamalkan oleh pemeluknya di Malaysia hingga hari ini adalah mengikuti Imam Kedua Belas yang menyimpang dari ajaran Islam yang lurus,” tutur beliau.

Lebih lanjut Datuk Othman menjelaskan beberapa penyelewengan Syiah Imam Keduabelas sebagai berikut:

- Mempercayai bahwa imam Syiah seorang yang nirbakar (kebal api), baik api di dunia maupun di akhirat (neraka) karena terbebas dari dosa;

- Menganggap beberapa sahabat Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi Wasallam sebagai kafir;

- Memperbolehkan menjamak shalat wajib tanpa ada alasan yang jelas’

- Mengijinkah nikah mut’ah, nikah di atas kontrak untuk waktu yang singkat

- Menolak pandangan para ulama Islam;

- Mengagungkan sahabat Ali di luar kewajaran sehingga menyamakannya dengan Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi Wasallam;

- Menambahkan “sayyidina Ali” setelah nama Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam dalam syahadat mereka.

Terkait dengan nikah mut’ah, Othman mengatakan bahwa hal tersebut sebagai suatu budaya kaum jahiliyah yang bertentangan dengan ajaran Quran dan ijtihad para ulama, serta telah dilarang oleh Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi Wasallam dalam beberapa hadist.

Beliau juga mengetengahkan Fatwa Nasional Komite Muzakarah pada tanggal 2 dan 3 Mei 1996 yang menyatakan bahwa seluruh ajaran yang mengaku Islam namun bertentangan dengan ajaran Ahlus Sunnah Wal Jamaah, maka ia bertentangan dengan dengan syariat Islam dan dilarang keberadaannya di Malaysia.

“24 Juli tahun ini, Menteri Dalam Negeri menyatakan bahwa Pertubuhan Syiah Malaysia (Syiah Association Malaysia) sebagai suatu lembaga yang ilegal.

"Menyebarkan ajaran Syiah bukan hanya sekedar melanggar fatwa tersebut, namun juga telah mengancam keamanan nasional yang menuntut perhatian penuh dari Menteri Dalam Negeri untuk melarang Syiah di negeri ini,” seru Datuk Othman.

Datuk Othman mengatakan bahwa penyebaran doktrin Syiah di Malaysia biasa dilakukan melalui peredaran buku-buku Syiah yang ditulis, dicetak, dan disebarkan oleh mahasiswa alumni Iran, atau penganut Syiah di Iran yang datang ke Malaysia.

Beliau juga tidak memungkiri bahwa ada kemungkinan beberapa dosen di universitas-universitas di Malaysia yang ikut menyebarkan ajaran Syiah kepada mahasiswa mereka.(Malaysiandigest/Mukminun)



*Artikel ini diterjemahkan dari English ke Bahasa Indonesia oleh Irfan Translator Pro