Biarawati Kristiani bantah telah diculik oleh mujahidin Suriah

Foto: Al-AkbarCom
Suriah, Mukminun.com – Puluhan suster (biarawati) agama Kristen di kawasan utara Suriah yang muncul dalam suatu video yang diunggah pada Jumat (6 Desember 2013) melalui Al-Jazeera membantah bahwa mereka telah diculik oleh kelompok mujahidin Suriah yang hendak membebaskan daerah Maaloula.

Kawasan Maaloula sendiri merupakan kawasan di Suriah yang banyak dihuni oleh umat Kristiani yang juga menjadi target kekejaman teroris Syiah nushairiyah pimpinan Bashar Assad laknatullah.

Suster-suster dari Gereja Santa Takla dilaporkan menghilang pada Ahad 1 Desember 2013 setelah kelompok mujahidin Suriah mengerahkan kekuatan di kawasan Maaloula untuk melawan teroris Syiah di kota tersebut.

“Suatu kelompok membawa kami kemari, dan melindungi kami, dan kami sangat, sangat bahagia berada bersama mereka,” tutur salah satu biarawati Kristiani dalam video tersebut.

Lebih lanjut biarawati tersebut juga mengaku bahwa dia dan teman-temannya memang dipaksa untuk melarikan diri dari Maaloula karena gencarnya serangan dari teroris Syiah di kota tersebut.

“Kami tak bisa berkata apa-apa selain kenyataan bahwa Tuhan telah memberi Anda kekuatan untuk kebaikan yang telah Anda lakukan kepada kami (para biarawati),” tutur salah satu biarawati Kristiani kepada juru kamera.

Kemudian juru kamera bertanya kepada para biarawati apakah mereka telah dipukul atau diperlakukan tidak baik, maka seorang biarawati menjawab, “Hal tersebut tidak terjadi.”

“Kami dijemput dari suatu pertempuran yang hebat, dan orang-orang baik ini membawa kami kemari, mereka berteman dengan kami, mereka memberi kami penginapan, dan kami berterima kasih kepada mereka,” ungkap seorang biarawati kepada juru kamera.

Suster yang lain justru menggambarkan tempat persinggahan mereka sekarang sebagai suatu, “vila yang sangat, sangat bagus,” meski beliau tidak berkenan memberitahu dimana tepatnya lokasi tersebut demi keamanan.

“Kami berjumlah 13 biarawati, dan tiga rakyat sipil, sekarang berada di suatu vila yang sangat, sangat bagus,” imbuh biarawati tersebut.

Rezim Syiah pimpinan Bashar Assad laknatullah sebelumnya menuduh “kelompok teroris” – demikian mereka menyebut para mujahidin Suriah – telah menyerang suatu gereja dan menculik para biarawati.

Juru bicara kelompok oposisi dari Dewan Militer untuk kawasan Damaskus Raya, Mus’ab al-Khair, mengatakan kepada kantor berita Efe bahwa para biarawati Kristiani tersebut dipindahkan karena telah berjanji untuk merelokasi seluruh penduduk di kota Maaloula.

Namun Jumat (6 Desember 2013), harian berbahasa Arab Al-Sharq memfitnah bahwa kelompok mujahidin Suriah telah menculik para biarawati di kawasan tersebut.

Lebih lanjut jubir Dewan Militer untuk kawasan Damaskus Raya mengatakan bahwa jika dunia internasional menganggap hal tersebut sebagai penculikan, maka ia berharap agar dunia internasional mau mendesak agar rezim Syiah Bashar Assad laknatullah untuk melepaskan 1000 tawanan warga sipil Suriah di penjara rezim Syiah.

Al-Khair berjanji bahwa para mujahidin Suriah akan senantiasa melindungi warga sipil dan para biarawati yang kini berada dalam tanggungan mereka dari kejahatan rezim Suriah.

Tak kurang dari 125,835 nyawa telah melayang akibat rezim Syiah di Suriah, termasuk 11000 wanita dan anak-anak, demikian data yang disampaikan oleh Syrian Observatory for Human Rights pekan lalu.(LahtCom/Al-akhbarCom/Mukminun)