Teroris israel larang umat Islam memasuki kawasan Masjid Al-Aqsa hingga 12 Desember 2013

Palestina, Mukminun.com – Teroris israel pada Rabu (27 November 2013) menawan seorang Muslim Palestina di kawasan Gerbang King Faysal, pintu masuk kawasan Masjid Al-Aqsa, Jerusalem. 

Saksi mata mengatakan kepada kantor berita Maan bahwa Shamiyya al-Muhtasib sedang dalam perjalanannya ke Masjid Al-Aqsa dimana ia biasa belajar tentang Syariat Islam di sana.

Di tempat terpisah, teroris israel juga melarang dua wanita dan seorang pemuda yang hendak masuk ke kawasan Masjid Al-Aqsa. Larangan tersebut, menurut teroris israel, akan diterapkan kepada tiga umat Islam Palestina tersebut hingga 12 Desember 2013 dengan dalih pelanggaran ketertiban dan membahayakan publik.

Omar Fakhouri dan Dalal Haslamoun juga dilaporkan mendapat larangan yang sama seperti tiga umat Islam sebelumnya. Mereka dilarang menginjakkan kaki di Masjid Al-Aqsa hingga 12 Desember 2013.  12.

Di tempat berbeda, seorang muslim Palestina Ibtisam Mustafa – seorang guru di madrasah Al-Umariyya di Jerusalem, dikabarkan menjalani proses interogasi oleh teroris israel di Gerbang Jaffa.

Selama sesi interogasi, Mustafa mengaku dirinya juga mendapat larangan memasuki kawasan Masjid Al-Aqsa hingga 12 Desember 2013 karena memimpin siswanya memasuki kawasan Masjid Al-Aqsa sambil meneriakkan takbir “Allahu akbar”.

Sebelumnya, Rabu dini hari dilaporkan bahwa lebih dari 20 teroris pemukim yahudi yang dipimpin oleh pihak keamanan israel justru mengunjungi kawasan Masjid Al-Aqsa.

Oleh karena tensi yang tinggi di kawasan Masjid Al-Aqsa, pihak teroris israel sering melarang umat Islam untuk menjalankan ibadah di Masjid Al-Aqsa. Teroris israel, meski begitu, justru sering memancing tensi umat Islam dengan memimpin kunjungan warga yahudi yang ingin memasuki Masjid Al-Aqsa.

Kawasan Masjid Al-Aqsa, yang berada di kawasan Tembok Barat, merupakan tempat bagi dua tempat suci umat Islam dan yahudi, yakni Dome of Rock dan Masjid Al-Aqsa.

Kawasan tersebut juga diklaim sebagai tempat suci pemeluk agama Judaisme dimana banyak warga yahudi yang percaya bahwa di sanalah tempat Kuil pertama dan kedua berada. Kuil kedua sendiri dihancurkan oleh pasukan Romawi pada tahunn 70 Masehi.

Menurut keyakinan yang didengungkan oleh pendeta yahudi, umat yahudi dilarang memasuki kawasan tersebut karena doktrin bahwa tempat tersebut adalah tempat suci dari tempat suci lainnya.(Maan/Mukminun)

*Artikel ini diterjemahkan dari English ke Bahasa Indonesia oleh Irfan Translator Pro.