Tiga masjid di Belgia dicoret simbol swastika dan dilempari kepala babi

Belgia, Mukminun.com - Umat Islam di Belgia mengecam keras tindakan biadab yang diarahkan ke masjid-masjid di kota Genk, Belgia. Beberapa masjid di Belgia dilaporkan dicorat-coret menggunakan pilok dengan simbol swastika dan kata-kata bernada penghinaan.

“Meski muncul rasa kaget atas kejahatan yang dilakukan, Executive of Muslim Belgium (EMB) meminta umat Islam setempat untuk tidak terpancing oleh provokasi tersebut, kecuali dengan cara damai dan legal, seperti yang diajarkan oleh agama Islam,” tutur Semsettin Ugurlu, ketua EMB seperti dikutip oleh Saphir News.

Ugurlu juga mengecam keras “tindakan rasis yang biadab" tersebut dengan mengatakan bahwa insiden tersebut merupakan wujud adanya Islamophobia di Belgia.

Tindakan berupa penistaan terhadap beberapa masjid di Belgia ditengarai terjadi pada Jumat malam, 22 November 2013. Tiga masjid dilaporkan mendapat 'serangan’ tersebut dengan coretan simbol swastika dan kata-kata bernada penghinaan.

Di salah satu masjid tersebut juga dilempar satu kepala babi.

Serangan tersebut juga memicu kecaman dari pejabat pemerintah Belgia, sedangkan kepolisian setempat mulai meningkatkan intensitas pengamanan di sekitar masjid.

Walikota Genk, Wim Dries, mengutuk serangan tersebut dengan menyebutnya sebagai tindakan yang ‘tidak bisa diterima.’

“Kami tidak bisa memberi toleransi. Tak satu pun ingin ada simbol-simbol seperti ini di tempat-tempat ibadah,” tutur Wim Dries seperti dikutip oleh NVO News.

Dalam investigasinya, polisi telah mengidentifikasi dua pelaku yang berusia sekitar 20 tahun. Keduanya ditangkap setelah mewawancarai warga sekitar masjid dan melakukan penelitian seksama melalui kamera pengawas yang ditempatkan di sekitar masjid-masjid tersebut.

Para pelaku tersebut dilaporkan telah ditangkap dan sedang diproses untuk persidangan.

Sementara itu, Ugurlu menyeru kepada seluruh umat Islam di kota Genk untuk membuka pintu-pintu rumah mereka untuk umat non-Islam agar tumbuh pengertian dan toleransi tentang Islam.

“Keterbukaan dan dialog adalah satu-satunya jalan untuk hidup bersama," imbuhnya.

Serangan ini bukanlah yang pertama di Belgia.

Maret silam, seorang imam masjid syahid (insyallah) dalam suatu insiden pelemparan bom molotov di suatu masjid di Brussels, ibukota Belgia.

Umat Islam di Belgia diperkirakan ada 450.000 dari total 10 juta populasi negara tersebut. Sebagian besar umat Islam di Belgi adalah keturunan Maroko, sedang 120.000 lainnya adalah keturunan Turki.

Lebih dari 20 persen populasi di Brussels adalah umat Islam yang datang dari Maroko, Turki, Pakistan, Bangladesh, dan beberapa negara di Afrika lainnya.

Brussels juga merupakan rumah bagi 77 masjid umat Islam, dari sekitar 300 masjid yang ada di Belgia. (Onislam/Mukminun)

*Artikel ini diterjemahkan dari English ke Bahasa Indonesia oleh Irfan Translator Pro.