Pemerintah Angola resmi larang agama Islam dengan hancurkan masjid-masjid

Proses penghancuran menara dan masjid Zengo di Angola Oktober 2013
Angola, Mukminun.com - Menurut beberapa koran lokal, Angola telah melarang agama Islam sedang media lain hanya menyebut bahwa pemerintah setempat menyebut Islam sebagai agama 'ilegal, dan mulai menghancurkan masjid-masjid yang ada di neagara tersebut.

“Proses legalisasi agama Islam tidak disahkan oleh Kementrian Keadilan dan Hak Asasi Manusia, masjid-masjid di Angola akan ditutup sampai pemberitahuan selanjutnya,” tutur Rosa Cruz e Silva, Mentri Kebudayaan Angola sebagaimana dikutip oleh Agence Ecofin pada Jumat, 22 November 2013.

Pernyataan Silva tersebut disampaikan saat menghadiri pada Selasa lalu ke Musyawarah Komisi Nasional ke enam.

Silva menuturkan bahwa keputusan tersebut merupakan akhir dari serangkaian upaya pemerintah melarang agama 'ilegal.'

Menurutnya, tindakan tersebut dirasa perlu untuk melawan munculnya jamaah yang cara ibadahnya dianggap kontradiksi dengan adat istiadat budaya Angola.

Sama halnya dengan Islam, kepercayaan lain yang tidak disahkan oleh pemerintah Angola akan mendapati rumah ibadahnya juga ditutup.

"Semua sekte yang ada di daftar yang ditayangkan oleh Kementrian Keadilan dan Hak Asasi Manusia melalui koran Angola ‘Journal de Angola’ akan dilarang untuk melakukan peribadatan, maka tempat ibadah agama-agama tersebut harus tutup pintu," ucap Silva seperti dikutip oleh Cameroon Voice.

“Sebagai tambahan, kami juga memiliki daftar panjang yang berisi lebih dari seribu aplikasi pengesahan," tambahnya.

Terulang lagi

Komentar antiislam bukanlah hal baru di kalangan pejabat Angola.

“Ini adalah akhir dari pengaruh Islam di negara kita,” kata Presiden Jose Eduardo dos Santos seperti dikutip oleh Osun Defender pada Ahad, 24 November 2013.

Oktober silam, umat Islam dari kawasan Viana, Luanda, mendatangi proses peruntuhan menara Masjid Zengo yang biasa menjadi tempat mereka beribadah.

Gubernur provinsi Luanda, Bento Bento, berkata melalui siaran radio lokal bahwa ‘muslim radikal tidak diterima di Angola dan pemerintah Angola tidak siap untuk mengesahkan masjid-masjid.’

Dia menambahkan bahwa umat Islam tidak diterima di Angola dan pemerintah setempat tidak akan mengesahkan keberadaan masjid-masjid di negara tersebut.

Menurut catatan CIA, 47% rakyat Angola menganut kepercayaan lokal, 38% memeluk Kristen Katolik, dan 15% lainnya menganut Kristen Protestan.

Semoga Allah memberi kekuatan, kesabaran, dan pahala bagi saudara kita di Angola. (Onislam/Mukminun)

*Diterjemahkan dari artikel asli dalam Bahasa Inggris oleh Irfan Translator Pro