Koalisi Nasional Suriah: 10,000 wanita telah dibunuh oleh rezim Bashar Assad laknatullah

Photo: VoanewsCom
Suriah, Mukminun.com – Rezim Bashar Assad diperkirakan telah membunuh 10,000 wanita dalam 30 bulan terakhir, melalui serangkaian bom, pembunuhan disengaja, dan penyiksaan. Klaim tersebut dinyatakan oleh kelompok oposisi Koalisi Nasional Suriah, yang menambahkan bahwa wanita di Suriah terus mengalami kedzhaliman melalui kekerasan sistemik yang dilakukan oleh teroris rezim Bashar Assad.

Dalam suatu press release yang terbit pada Selasa (26 November 2013), Koalisi Nasional Suriah mengklaim bahwa catatan tersebut juga memasukkan data tentang adanya pembunuhan terhadap muslimah di Suriah dengan cara dibakar hidup-hidup dan dilemparkan dari gedung atau gunung yang tinggi. Sementara korbannya adalah pria, wanita, dan anak-anak Suriah, namun Koalisi menerangkan bahwa mereka yang bertanggung jawab terhadap pembunuhan tersebut adalah ‘pedagang’ dari Iran, Iraq, dan Lebanon.

Lebih dari 1,6 juta muslimah Suriah mengungsi dari negara asalnya menyusul tindak kekerasan yang mereka terima di tanah airnya sendiri, tutur Koalisi Nasional Suriah yang menyebut rezim Bashar Assad 'lapar' terhadap kematian manusia. Selain itu, disebutkan pula dalam laporannya bahwa ribuan kasus pemerkosaan terhadap muslimah Suriah yang dilakukan oleh teroris Suriah laknatullah. “Banyak dari wanita tersebut yang diperkosa kemudian dibunuh,” tulis laporan tersebut.

Pihak Koalisi juga mengaku kagum dengan sikap muslimah Suriah yang aktif berpartisipasi dalam revolusi tersebut dan dukungan mereka terhadap saudara-saudara mereka yang terjun di lapangan. Koalisi juga memuji muslimah Suriah yang sangat yakin bahwa kemenangan semakin dekat.

Koalisi Nasional Suriah menyeru PBB untuk mengumumkan agar semua aktivis perempuan di Suriah mengenakan pita merah sebagai wujud solidaritas kepada muslimah Suriah korban keganasan Syiah Nushairiyah. “Wanita yang dibunuh di Suriah oleh rezim Assad tidak kalah penting dari meninggalnya para aktivis Dominika di tangan tiran Rafael Trujillo,” seru Koalisi. (Midleeastmonitor/Mukminun)

*Diterjemahkan dari artikel asli dalam English ke Bahasa Indonesia oleh Irfan Translator Pro.