Kelompok Kristen radikal ancam lakukan serangan pada umat Islam di Irlandia

Irlandia, Mukminun.com – Baru-baru ini di kalangan umat Islam di Irlandia beredar surat kaleng yang berisi ancaman dari kelompok Kristen radikal sayap kanan di negara tersebut.

Dalam surat kaleng tersebut tertulis bahasa teror yang mengancam akan melakukan "serangan kepada setiap muslim laki-laki maupun perempuan serta anak-anak yang datang ke masjid di Irlandia."

Surat kaleng tersebut pertama kali dilaporkan diterima oleh beberapa madrasah dan masjid di Co Dublin, Irlandia.

Dugaan sementara surat ancaman tersebut muncul setelah disetujuinya proyek pembangunan kompleks masjid senilai 40 juta Euro di kawasan Clongriffin, Dublin utara.

Immigrant Council of Ireland (ICI) menyeru agar surat kaleng yang berisi ancaman kepada umat Islam di Dublin tersebut "diselidiki secara penuh dan agar mereka yang bertanggung jawab (atas surat kaleng tersebut) dijerat (dengan hukum yang berlaku).”   

ICI menghimbau kepada siapa saja yang menerima surat ancaman tersebut untuk melaporkannya ke ICI melalui email stopracism@immigrantcouncil.ie.

Denis Charlton, Kepala ICI, mengatakan: “Kemunculan surat ini dan ancamannya merupakan hal yang menakutkan dan mengkhawatirkan.

"Bahasa yang digunakan cenderung berasosiasi pada kelompok ekstrimis Kristen sayap kanan yang muncul kembali di beberapa bagian di Eropa.   

“Immigrant Council kemudian sangat berhati-hati terhadap hal demikian setelah mendapat laporan dari publik yang menaruh perhatian pada hal tersebut dan kini kami juga telah menemukan bahwa surat tersebut telah beredar di internet, termasuk dimuat oleh situs-situs antiislam internasional.   

“Prioritas utama adalah menentukan kemana arah tindakan rasisme ini.

“Kami menghimbau kepada siapa saja yang menerima ancaman ini untuk melapor ke Gardai (kepolisian Irlandia) atau menghubungi kami via email stopracism@immigrantcouncil.ie. 

“Immigrant Council berkomitmen untuk bekerja sama dengan Gardai dalam melawan rasisme dan meminta agar Gardai menggunakan seluruh sumber daya yang ada untuk menemukan kelompok atau individu yang berada di balik surat ancaman tersebut, serta memastikan bahwa mereka yang terlibat akan dijerat dengan hukum yang berlaku.   

“Respon terhadap insiden ini akan menguji efektivitas undang-undang Ireland Incitement to Hatred (undang-undang kebencian dan penghasutan di Irlandia).   

“Nada dan bahasa dalam surat tersebut jelas dan tidak ambigu. Surat tersebut jelas termasuk dalam definisi tindakan kebencian dan harus diusut tuntas.

Di saat bersamaan, The Irish Anti-War Movement (Gerakan Antiperang Irlandia) juga mengeluarkan statement tentang kejadian ini, dengan menyebut surat tersebut “porn” (porno) dan mengatakan bahwa surat tersebut merupakan ‘suatu hinaan kepada rakyat Irlandia.

Statement the Irish Anti-War Movement berbunyi: “Surat ini sungguh memalukan dan menjijikkan.

“Penulis (surat) porno ini mengklaim sebagai wakil dari rakyat Irlandia, namun klaim tersebut merupakan penghinaan terhadap rakyat Irlandia.

“Jadi bukan hanya umat Islam yang sedang dihina.

"Surat ini juga benar-benar mengganggu karena memuat foto Michael Collins di bagian atas.

“Pemerintah Irlandia harus mengutuk surat ini secepatnya karena surat tersebut merupakan suatu hasutan yang menimbulkan kebencian dan kekerasan rasisme.

Menteri Hukum, Alan Shatter, mengutuk beredarnya surat tersebut dan mengatakan bahwa dirinya kaget dengannya.

Alan Shatter mengatakan: “Saya menyatakan mengutuk penghinaan yang bersifat rasisme dan keagamaan dalam segala bentuknya dan saya kaget dengan cara komunikasi surat tersebut. 

"Intoleransi keagamaan tidak memiliki tempat di masyarakat kita.  Hasutan untuk menimbulkan kebencian dan kekerasan adalah pelanggaran dalam undang-undang kita.

“Saya telah membawa kasus ini ke Komisioner Gardai untuk ditindak lanjuti.” (Mirror/Mukminun)
*Diterjemahkan dari artikel asli dalam Bahasa Inggris oleh Irfan Translator Pro.