Franck Ribery: Islam Bikin Saya Semakin Kuat Secara Mental dan Fisik

Paris, Mukminun.com – Pesepakbola Perancis, Franck Ribery menuturkan bahwa agama adalah hak privasinya dan dia merasa semakin kuat sejak ia memutuskan memeluk Islam.

Ribery baru-baru ini terpilih sebagai pesepakbola terbaik Eropa tahun 2013 mengungguli Lionel Messi dan Christiano Ronaldo. Piala Ballon d’Or itu sendiri dijadwalkan akan dianurgerahkan pada 13 Januari 2014 mendatang.

Ribery sendiri menanggapinya dengan mengatakan bahwa dirinya hanyalah seorang manusia yang tidak berdaya.

“Saya sadar bahwa kehidupan terdiri atas hal-hal sepele. Maka dari itu, saya selalu berdiri ketika seseorang menghentikan saya di jalanan. Saya ngobrol dengan banyak orang. Tujuan saya adalah membuat orang-orang bahagia,” tutur Ribery.

Dia juga menuturkan bagaimana peran keluarga begitu besar dalam mengembangkan jiwa hormat dalam dirinya.

“Ayah saya bekerja keras untuk kami. Beliau memberi saya sifat pemenang, mengajarkan saya bagaimana mengatasi masa-masa sulit dalam hidup dan saya benar-benar punya segudang masa-masa sulit itu. Beliau mengajarkan saya untuk tetap merendah setiap saat dalam hidup. Itulah kenapa hari ini saya selalu merasa enjoy di setiap saat, setiap latihan, dan setiap bermain. Saya ingin membuat orang bahagia,” tambah pesepakbola Muslim tersebut.

Lebih lanjut Franck Ribery menceritakan bahwa dia pernah bekerja sebagai kuli bangunan bersama ayahnya meski saat kecil ia pernah berpikiran bahwa bermain sepakbola jauh lebih penting daripada sekolah.

Di waktu kecil, tambahnya, ia sempat berpikiran untuk mencari nafkah dari sepakbola namun ia belum berani melangkah lebih jauh saat itu.

“Namun saya tak pernah berpikiran bahwa saya akan bermain sepakbola di level tertinggi. Saya mendapat dukungan yang besar dari ayah dan istri dan hal tersebut sangat membantu saya hingga di sini,” aku pemain Bayern Muenchen tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Franck Ribery juga menghaturkan rasa terima kasihnya pada ayah dan istrinya Wahiba Belhami, keturunan Aljazair, yang telah menjadi jalan baginya untuk mengenal dan memeluk Islam pada tahun 2002 dan mengganti namanya menjadi Bilal.

“Agama adalah sesuatu yang pribadi. Saya seorang yang beriman dan sejak saya memeluk Islam, saya pikir, saya jadi semakin kuat. Saya jadi semakin kuat secara mental dan fisik,” kata Ribery.

Lebih jauh ditanya tentang karirnya, Ribery mengaku kerasan bermain di Bayern Muenchen dan ingin bekerja di klub tersebut selama mungkin.

Ditanya apakah dia senang di Munich karena dia lebih dihormati daripada di Perancis, Ribery berkata,

“Saya tak tahu mengapa begitu. Dulu-dulu saya mengalami masalah tersebut, namun sekarang saya juga mendapat dukungan yang baik dari Perancis. Saya tidak ingin membicarakan hal tersebut saat ini. Saya ingin tinggal di Munich karena keluarga kami nyaman di sini.” (WorldBulletin/Mukminun)