Sholat Malam (Qiyam) di Bulan Ramadhan

Oleh Sheikh Muhammad Jamil Zainu

1. Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda :
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang melakukan sholat malam pada bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala, diampuni dosanya yang telah lalu,” (Muttafaq ’alaihi)

2. Seorang lelaki dari Bani Qodho’ah datang kepada Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam lalu berkata,

”Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku bersyahadat bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Allah dan engkau adalah utusan Allah, aku menunaikan sholat lima waktu, berpuasa sebulan penuh dan menegakkan shalat malam di bulan Ramadhan serta menunaikan zakat!”

Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam menjawab, ”Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan demikian, maka ia termasuk golongan shiddiqin dan syuhada,” (HR Ibnu Khuzaimah – Shahih).

3. "Adalah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi Wasallam melaksanakan sholat malam sebanyak tiga belas rakaat. Di dalamnya terdapat shalat witir dan dua rakaat sholat fajar,” (HR Bukhari).

4. Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi Wasallam tidak pernah menambah baik di bulan Ramadhan maupun selainnya shalat malam lebih dari 11 rakaat. Beliau sholat empat rakaat dan janganlah menanyakan bagaimana bagus dan panjangnya, lalu sholat empat rakaat dan janganlah menanyakan bagaimana bagus dan panjangnya, lalu beliau sholat tiga rakaat.” (Muttafaq ’Alaihi).

(Boleh sholat tarawih pada awal malam namun yang utama adalah pada akhir malam). Wallahu’alam bish shawwab.

Catatan Editor:
Perihal shalat tarawih, berapa jumlah raka’atnya, dan berapa kali salam, serta waktunya, merupakan hal khilafiyah yang tidak menyebabkan seseorang menjadi kafir. Sehingga, perbedaan-perbedaan ini hendaknya tidak menjadi pemecah barisan umat Islam. Maka dari itu, Mukminun.com menghimbau agar hal ini tidak menjadi perdebatan. Terima kasih.