Satu Remaja Muslimah di Brisbane, Australia Alami Diskriminasi

Ilustrasi

Australia, Mukminun.com – Seorang remaja Muslimah di Brisbane, Australia, mengaku bahwa dirinya sempat mengalami diskriminasi saat mengurusi sesuatu di kantor pelayanan publik di Queensland.

Hal tersebut, tuturnya lebih lanjut, dikarenakan jilbab yang ia kenakan.

Hafsah Negussie (19) mengatakan bahwa ia mencoba untuk membayar dan pergi dari kantor pelayanan publik tersebut namun petugas terkait enggan untuk memberikan pelayanan dan justru menguncinya di suatu toko di Brisbane pada bulan Desember tahun lalu sebagaimana dilaporkan oleh koran Quest.

Juru bicara kantor pelayanan publik tersebut kemudian meminta maaf dan mengatakan bahwa petugas terkait salah mengartikan kebijakan perusahaan.

Dia mengakui bahwa kantor tersebut memiliki peraturan yang melarang penggunaan topi dan penutup kepala (seperti pada jaket –red) ketika mengurus sesuatu di kantor pelayanan publik.

Namun jubir kantor pelayanan publik tersebut juga mengatakan bahwa peraturan tersebut tidak berlaku pada jilbab, dan poin inilah yang belum dipahami oleh petugas yang mendiskriminasi Hafsah.

Meski begitu, dia mengatakan, "tidak ada bukti yang mendukung laporan bahwa dia (Hafsah) tertahan di toko."

Insiden ini sendiri telah dilaporkan ke polisi namun belum ada laporan resmi yang diajukan oleh Hafsah Negussie hingga April 2013.

Meski begitu, Hafsah tetap menuntut keadilan dengan melaporkan kasus ini ke Komisi Anti-Diskriminasi di Queensland dan pengacaranya Sabrina Khan Ismail.

"Aku orang Australia, aku lahir di sini dan besar di sini, aku tahu hak-hakku," tutur muslimah Hafsah Negussie. Wallahu’alam bish shawwab. (Ninemsn/Mukminun)