Di Bahrain, Pasukan Syiah Hizbullah Dianggap Teroris. Alhamdulilah…

Bahrain, Mukminun.com – Bahrain pada Selasa (09/04/2013) menjadi negara Arab pertama yang mengkategorikan pasukan syiah Hizbullah (baca: Hizbusy-Syaithan) di Lebanon sebagai organisasi teroris.

Dugaan terhadap adanya dukungan dan pelatihan dari kelompok Syiah radikal tersebut melawan pemerintahan Sunni Bahrain lah yang menjadi alasan utama keputusan tersebut.

Kabinet Bahrain telah menugaskan kementerian dalam negeri dan luar negerinya untuk melaksanakan keputusan.

"Langkah ini untuk melindungi keamanan dan stabilitas Bahrain dari ancaman Hizbullah (baca: Hizbusy-Syaithan)," kata Adil al-Asoumi, anggota parlemen Bahrain kepada Al Arabiya.

Ada bukti bahwa Hizbullah (baca: Hizbusy-Syaithan) memprovokasi adanya kekerasan terhadap pemerintah di Bahrain, tutur Asoumi menambahkan.

Negara ini memiliki mayoritas Syiah, namun diperintah oleh monarki Sunni.

Menurut Asoumi, intelijen Bahrain sendiri telah mengumpulkan data para pemberontak di Bahrain yang ternyata mendapat dukungan dan pelatihan dari Hizbullah (baca: Hizbusy-Syaithan), untuk melaksanakan operasi teroris di negeri ini.

"Ketika kami berada di kamp-kamp pengungsi Suriah di Turki, kami bertemu dengan tentara Suriah membelot (baca: bertaubat dari syiah nushairiyah untuk kemudian masuk Islam). Mereka mengatakan kepada kami bahwa dalam beberapa tahun terakhir, rezim nushairiyah Suriah melakukan konspirasi terhadap rakyat Bahrain dengan menjalin koordinasi dengan Iran dan Hizbullah (baca: Hizbusy-Syaithan),” tutur Abdulhalim Murad, wakil kepala Islam al-Asala kepada Al Arabiya.

Hizbullah (baca: Hizbusy-Syaithan) tidak hanya menjadi ancaman bagi Bahrain, tapi juga bagi seluruh wilayah Teluk.

Di Eropa, hanya Belanda yang mengkategorikan Hizbullah (baca: Hizbusy-Syaithan) sebagai kelompok teroris.

Di luar Eropa, Amerika Serikat, Kanada dan Israel telah lama memasukkan Hizbullah (baca: Hizbusy-Syaithan) sebagai kelompok teroris. Wallahu’alam bish shawwab. (al-Arabiya/Mukminun)