Pengadilan Kasasi Perancis Anggap Pemecatan Muslimah Berjilbab 'Diskriminatif'

Perancis, Mukminun.com – Pengadilan tinggi Perancis memutuskan pada Selasa (19/03/2013) bahwa pemecatan seorang muslimah Perancis karena mengenakan jilbab di tempat kerja sebagai tindakan yang penuh ketidak-adilan.

Dalam keputusannya, pengadilan kasasi membatalkan putusan sebelumnya oleh pengadilan negeri Versailles yang memenangkan pihak taman kanak-kanak swasta di pinggiran kota Paris tersebut.

Simbol-simbol keagamaan seperti jilbab, kupluk Yahudi atau Surban India memang dilarang di Perancis, namun hal tersebut hanya berlaku di institusi negeri.

Pengadilan kasasi sendiri memenangkan banding muslimah Perancis tersebut karena prinsip ini tidak dapat diterapkan di institusi swasta, dalam hal ini taman kanak-kanak tempat muslimah ini bekerja merupakan suatu institusi swasta.

Menteri Dalam Negeri Manuel Valls nampak kecewa dengan keputusan tersebutdan mengungkapkannya di depan parlemen karena khawatir akan "menimbulkan pertanyaan tentang prinsip pendidikan sekuler."

Muslimah yang baru saja kembali bekerja setelah istirahat lima tahun untuk membesarkan anak-anaknya tersebut dipecat pada bulan Desember 2008 setelah menolak untuk melepas jilbabnya ketika diberitahu oleh manajemen taman kanak-kanak tempat ia bekerja di Chanteloup-les-Vignes, sebelah barat Paris.

Pihak taman kanak-kanak sendiri membenarkan tindakan pemecatan tersebut dengan dasar adanya aturan internal mengatur bahwa karyawannya harus bersikap netral dalam masalah filsafat, politik dan agama.

Di sisi yang sama, pemerintah Perancis memang sejak lama melarang pemakaian niqab - cadar - di area publik tetapi undang-undang kontroversial tidak tepat diterapkan dalam kasus muslimah ini. Wallahu’alam bish shawwab. (Alarabiya/Mukminun)