Umat Islam Denmark Enggan Tanggapi Provokasi Penulis Anti-Islam Lars Hedegaard


Denmark, Mukminun.com – Serangan terbaru terhadap penulis anti-Islam asal Denmark telah mengundang badai kecaman dari komunitas Muslim di Denmark.

Hal ini merupakan suatu yang jarang terjadi di antara umat Islam di negara Skandinavia tersebut terhadap isu kebebasan berbicara.

Masyarakat di Denmark sendiri menilai bahwa Lars Hedegaard sang penulis anti-Islam sedang berusaha untuk memancing kekerasan umat Islam.

"Saya piker Hedegaard menginginkan konflik ini," kata Mikael Rothstein, sejarawan dari Universitas Copenhagen, dalam diskusi di televisi Denmark.

"Kami umat Islam harus menemukan cara baru untuk bereaksi," kata Qaiser Najeeb (38) sebagaimana dikutip The New York Times pada Kamis (28/02/2013).

"Kami tidak membela pandangan Hedegaard, tetapi jangan membela haknya untuk berbicara. Dia dapat mengatakan apa yang dia inginkan," tutur Najeeb lebih lanjut.

Lars Hedegaard, yang dikenal dengan pandangannya yang anti-Islam, sempat lolos dari upaya pembunuhan terhadap dirinya pada awal Februari 2013 ini.

Identitas penyerang Lars Hedegaard sendiri hingga kini belum diketahui. Namun, sang penyerang diketahui merupakan tokoh sentral dari LSM asal Inggris, Hope Not Hate, sebuah gerakan global "Islamofobia", yang merupakan seorang penulis blogger dan aktivis, tidak diketahui.

Namun serangan itu telah memicu kecaman luas dari kelompok umat Islam di Denmark.

Umat Islam, yang berjalan menuju masjid terbesar di Denmark, dengan cepat mengutuk serangan terhadap Hedegaard.

The Minhajul Quran International, suatu organisasi ke-Islaman di Denmark, juga mengecam serangan itu dan mengorganisir demonstrasi di luar balai kota Kopenhagen untuk membela kebebasan berbicara.

Denmark adalah rumah bagi minoritas Muslim dari 200.000, membuat tiga persen dari 5,4 juta penduduk negara itu.

Negara Skandinavia ini sering menjadi target kemarahan umat Islam pada 2005 setelah kartun yang dianggap sosok Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wasallam dimuat di suatu surat kabar Denmark.

Menyusul kemarahan umat Islam atas kartun tersebut, umat Islam di seluruh dunia mengambil inisiatif untuk menghapus stereotip beredar luas tentang Islam di Barat.

Umat Islam di Denmark membentuk Komite Eropa untuk Menghormati Nabi, yang terdiri atas 27 organisasi Ke-Islaman di Denmark, untuk meningkatkan kesadaran tentang manfaat dan karakteristik dari Nabi. Walllahu'alam bish shawwab. (Onislam/Mukminun)