Dzhalim! Tahanan Mujahidin di Guantanamo Tidak Diberi Makan Selama Tiga Pekan

Amerika, Mukminun.com – Puluhan pengacara untuk tahanan Mujahidin di penjara Guantanamo pada Senin (04/03/13) mengajukan protes kepada penjara Angkatan Laut di Kuba karena memburuknya kondisi penjara, serta adanya penistaan terhadap kitab suci Islam, Quran.

Surat protes ini juga diajukan komandan pusat tahanan, Laksamana John Smith, dan staf pengacaranya, Thomas Welsh.

Dalam surat tersebut dipaparkan suatu skenario dari "situasi yang berpotensi mengancam nyawa" menyusul adanya penghentian pasokan makanan terhadap mujahidin di tahanan tersebut selama tiga pekan.

Beberapa mujahidin yang ditahan di penjara Guantanamo dilaporkan menderita batuk darah, ada pula yang dirawat di rumah sakit, serta beberapa lainnya hilang kesadaran, jatuh lemah dan lelah"

Meski begitu, Robert Durand, petugas di penjara Guantanamo, membantah klaim tersebut.

Robert justru mengatakan bahwa enam mujahidin yang menderita kelaparan tersebut dikarenakan mereka enggan memakan makanan yang disediakan oleh pihak pengurus penjara.

Terkait adanya laporan yang menyebutkan adanya pelecehan terhadap Al-Quran, Robert Durand juga membantahnya dengan mengatakan penjara Guantanamo sangat petuh terhadap aturan-aturan terkait adanya kitab suci suatu agama di dalam komplek penjara yang berlaku di negara manapun.

Ia mengklaim bahwa petugas penjara Guantanamo sama sekali tidak pernah menyentuh Al Quran dan mengaku memperlakukan Al-Quran dengan penuh hormat.

David Remes, salah satu pengacara mujahidin yang ditahan di penjara Guantanamo pada Senin (05/03/13) menggambarkan kondisi kliennya seperti “penderitaan di kamp-kamp.”

Senin pagi, katanya, ia bertemu dengan seorang tahanan mujahidin asal Yaman yang mengaku "tidak diberi makan selama 22, 23, atau 24 hari" karena sikap beliau yang tidak terima ada petugas penjara Guantanamo yang melakukan penistaan terhadap Quran.

"Dia lemah, dia lelah.. Ia kedinginan," kata Remes Hussein Almerfedi, 35, "dan ia kini menyelimuti dirinya dengan handuk tebal untuk menghangatkan badannya." Wallahu’alam bish shawwab. (Bellinghamherald/Mukminun)

Allahumang Tsur Ikhwaninal Muslimiina Wal Mujahidiina Fii Kuli Makaan Wa Fii Kuli Zamaan. Aamiin.