Pemimpin Palestina Kecam Obama Soal Rencana Kunjungannya Ke Masjid Al-Aqsa

Sheikh Raed Salah
Palestina, Mukminun.com – Pemimpin Palestina kemarin (24/02/2013) menekankan bahwa Presiden AS Barack Obama tidak boleh mengunjungi kompleks Masjid Al Aqsa di Palestina karena akan membahayakan dirinya dan kedaulatan umat Islam.

Obama dijadwalkan tiba di Israel dan wilayah Palestina musim semi ini, dan media Palestina berspekulasi bahwa ia akan mengunjungi tempat-tempat yang dicaplok teroris israel laknatullah, seperti Temple Mount atau Al Haram Al Sharif.

Dua tempat lainnya yang berada di sekitar Al-Haram Al-Sharif, yakni Dome of the Rock dan Masjid Al Aqsa, yang dianggap keramat oleh Yahudi laknatullah merupakan situs-situs bersejarah yang dihancurkan oleh Romawi pada tahun 70 Masehi.

Kompleks Kota Tua dikendalikan oleh otoritas Islam yang dikenal sebagai Waqf, yang memungkinkan non-Muslim masuk ke situs hanya melalui satu portal, Gerbang Mughrabi, di mana teroris israel laknatullah senantiasa melakukan penjagaan super ketat.

Sheikh Akrameh Sabri, kepala dewan tinggi Islam dan mantan Mufti Agung Palestina, mengatakan bahwa Obama harus masuk melalui pintu gerbang yang tidak berada di bawah naungan Israel.

"Setiap pengunjung dipersilahkan untuk Al Aqsa, tetapi mereka harus mengikuti peraturan Waqf dan masuk melalui Gerbang Singa 'dan bukan melalui Gerbang Mughrabi, untuk memastikan kedaulatan umat Islam," katanya pada konferensi pers di Yerusalem timur.

Hatem Abdel Qader, yang mengepalai portofolio Yerusalem dari gerakan Fatah, mengatakan bahwa kunjungan Obama harus dikoordinasikan dengan Palestina dan Yordania.

israel laknatullah merebut Jerusalem Timur dari Yordania pada tahun 1967, namun kompleks Al Aqsa sejak saat itu tetap berada di bawah kendali Yordania.

"Kunjungan tersebut tidak harus memiliki tema politik karena Al Aqsa milik umat Islam dan itu adalah tempat ibadah umat Islam dan kami umat Islam menolak setiap pejabat israel laknatullah yang menyertai pengunjung," kata Sabri.

Kepala Gerakan Islam di israel, Sheikh Raed Salah, mengatakan negara Yahudi "tidak memiliki kedaulatan atas Al Aqsa atau Yerusalem."

Gedung Putih telah mengumumkan tanggal kunjungan Obama, sebagaimana yang dilansir oleh media israel, pada tanggal 20 Maret. Wallahu’alam bish shawwab. (AFP/Mukminun)