Guru Geografi non-Muslim di Texas Minta Muridnya Kenakan Burqa

Siswi-siswi ini mengaku mengenakan burqa dan jibab secara sukarela
Amerika Serikat, Mukminun.com – Masyarakat Texas, AS, dibuat gempar setelah seorang siswi di suatu sekolah diminta untuk mengenakan burqa untuk membantu mengubah persepsi negatif mereka tentang Islam dan umat Islam.

"Sebagai orang tua kita harus menyadari hal ini (bukanlah hal yang baik –red) dan saya merasa seperti (sekolah ini –red) telah keluar jalur," tutur orang tua dari seorang siswi 14 tahun di Lumberton kepada Fox News.

"Anak-anak Kristen yang ingin beribadah saja harus melakukannya di luar jam sekolah – namun Islam di sini diajarkan kepada anak-anak kami selama jam sekolah."

Siswi perempuan di sekolah tersebut diminta untuk mengenakan burqa sebagai bentuk penjelasan mendalam tentang pelajaran geografi. Topik umum dari kelas pada hari itu sendiri adalah tentang Islam.

"Mereka ditanya tentang persepsi mereka tentang Islam," kata seorang ibu Amerika, yang melihat foto putrinya mengenakan burqa diunggah di Facebook.

"Sebagian besar siswa di kelas tersebut mengatakan bahwa mereka berpikir tentang terorisme,” tutur ibu tersebut lebih lanjut.

Menyusul pendekatan pembelajaran geografi di kelas tersebut dirasa aneh, anggota senat Texas, Dan Patrick, menyeru untuk dilakukan penyelidikan atas insiden tersebut.

"Para orang tua sangat sensitif terhadap beberapa hal yang anti-Amerika - yang menyalahkan demokrasi (karena Islam mengharamkan demokrasi –red)," kata Patrick, yang juga ketua komite Senat pendidikan.

Pejabat sekolah sendiri membela pendekatan yang dilakukan oleh guru geografi tersebut dengan menyebutnya sebagai upaya membantu mempromosikan pemahaman yang lebih baik tentang budaya dunia dan agama.

"Pelajaran yang ditawarkan difokuskan untuk mengekspos kepada siswa tentang budaya dunia, agama, adat istiadat dan sistem kepercayaan," kata Lumberton Independent School District dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh Fox News.

"Pelajaran ini tidak mengajarkan agama tertentu, dan siswa sukarela untuk mengenakan pakaian," tuturnya lebih lanjut.

Distrik sekolah mengatakan Yudaisme dan Kristen juga bagian dari pelajaran.

Amerika Serikat adalah rumah bagi tujuh hingga delapan juta minoritas umat Islam.

Islam melihat jilbab sebagai suatu kewajiban, bukan simbol agama yang menampilkan afiliasi seseorang.

Sementara jilbab adalah kewajiban atas seorang muslimah dalam berpakaian, mayoritas ulama Muslim sepakat bahwa seorang muslimah tidak wajib untuk mengenakan cadar (burqa atau niqab). Wallahu’alam bish shawwab. (Onislam/Mukminun)