Woow…! Sudah Mati Pun Tetap Jadi DPO Buronan Densus 88

Jakarta, Mukminun.com – Sebuah kekonyolan nampak dari cara Polri, khususon ila Densus 88, yang memasukkan seseorang yang telah meninggal dunia ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Hal tersebut terungkap pada Jumat (11/01) ketika kepolisian RI mengumumkan 24 DPO terkait jihad kelompok mujahidin Poso serta dirilisnya Operasi Maleo Aman 1 di Poso hingga akhir Januari 2013.

Entah disadari atau tidak oleh pihak kepolisian RI, namun direktur Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Ust Haris Abu Ulya membeberkan bahwa Maskoro alias Daeng Koro alias Abdul Salam alias Sabar sebenarnya telah meninggal dunia.

“Dari daftar nama yang menjadi DPO, ada yang sudah tewas tapi masih ada dalam daftar DPO. Contoh, seorang yang bernama Maskoro alias Daeng Koro alias Abdul Salam alias Sabar,” tutur Ust Haris Abu Ulya pada Senin (14/01).

Lebih lanjut Ust Haris menilai bahwa data-data tersebut tidak valid serta dikhawatirkan akan menimbulkan pelanggaran hukum oleh aparat saat menjalankan Operasi Maleo Aman 1 tersebut.

“Nah, kita bisa melihat apa dampak kesalahan-kesalahan identifikasi dan penetapan DPO? Sangat besar berpeluang adanya pelanggaran demi pelanggaran hukum pada saat operasi aparat di lapangan,” ucapnya.

Densus 88 Culik Satu Muslim, Sepekan Lebih Belum Ada Kabar
Di hari yang sama, Ust Haris Abu Ulya juga membeberkan fakta bahwa terdapat seorang aktivis muslim yang menjadi korban penculikan oleh Densus 88, namun hingga tujuh hari setelah insiden, pihak keluarga belum diberitahu keberadaan korban.

Penculikan itu sendiri terjadi pada Jumat (04/01) ketika Tamrin bin Pangaro dan Arbain Yusuf sedang berboncengan pada satu motor menuju pasar di Daya Lama, Makassar pada pukul 14.00 Wita.

Sementara surat penculikan terhadap Arbain telah sampai kepada pihak keluarga pada 07 Januari 2013 silam, surat penculikan terhadap Tamrin hingga berita ini diturunkan belum juga disampaikan kepada pihak keluarga.

“Sampai hari Senin (14/01), sepekan lebih paska penangkapan Tamrin, pihak aparat belum memberitahukan kepada keluarga perihal penangkapan dan penahanannya,” tutur Ust Haris Abu Ulya. Wallahu’alam bish shawwab. (Voa-islam/Arrahmah/Mukminun)