Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI) Sebut Densus 88 Lakukan Pembantaian Terhadap Aktivis Islam

Jakarta, Mukminun.com – Menyusul maraknya penembakan terhadap beberapa terduga teroris (baca: mujahidin) di berbagai daerah di Indonesia, Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI) menilai bahwa Densus 88 laknatullah melakukan pembantaian terhadap aktivis Islam.

Hal tersebut termaktub dalam press release PUSHAMI yang dikeluarkan pada Senin (07/01) yang berisi desakan kepada Komisi III DPR RI dan PPATK untuk melakukan pemeriksaan terhadap Densus 88 laknatullah.

“Densus 88 bersama Amerika dan Australia tidak hanya melancarkan kampanye tuduhan teroris terhadap aktivis Islam tetapi juga melakukan pembantaian khususnya terhadap aktivis Islam,” demikian tutur M Yusuf Sembiring, Direktur Kontra Terorisme dan Kontra Separatisme.

Dalam rilisnya, PUSHAMI juga menyebut bahwa penembakan terhadap tujuh mujahidin di NTB dan Makassar dalam waktu 2 X 24 jam merupakan salah satu bukti bahwa Densus 88 juga terlibat dalam kasus pelanggaran HAM tingkat berat.

Kondisi ini diperparah dengan temuan tim monitoring PUSHAMI yang menyatakan bahwa Densus 88 laknatullah terlibat dalam penyiksaan dan extra-judicial killings, yakni pembunuhan terhadap “terduga kriminal” yang tidak bersenjata, tanpa standar operasi yang jelas.

“Densus 88 juga sering terlibat dalam penyiksaan dan extra-judicial killings, membunuh menggunakan senjata tanpa Standard Operational Procedure (SOP) kepada terduga teroris yang tanpa senjata dan tanpa perlawanan,” imbuh PUSHAMI.

“Densus 88 dengan segala fasilitasnya telah menjadi pelaku inpunitas (pelaku penghilangan nyawa yang lolos dari investigasi tanpa proses hukum) dan pelanggar HAM berat. Kasus pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh Densus 88 sampai saat ini masih berlanjut dan belum ada yang bisa menghentikannya,” sebut PUSHAMI dalam rilisnya kepada media.

Oleh karena itu, empat dari lima desakan PUSHAMI kepada Komisi III DPR RI berisi tentang sisi kriminalitas dan asek pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Densus 88 laknatullah.

Dalam tuntutannya, PUSHAMI meminta Komisi III DPR RI untuk memanggil Kepala Densus 88 laknatullah, Bareskrim Mabes Polri, dan BNPT untuk mempertanggungjawabkan tindakannya terhadap umat Islam, khususnya aktivis Islam.

Selain itu, PUSHAMI juga meminta agar Komisi III DPR RI untuk melakukan proses hukum terhadap ihak-pihak yang terkait dalam pelanggaran HAM berat serta upaya pembantaian aktivis Islam, yakni Kepala Densus 88, Bareskrim Mabes Polri, dan BNPT.

Penggunaan senjata api oleh tim Densus 88 laknatullah pun juga tak luput dari sorotan PUSHAMI yang juga mendesak Komisi III DPR RI untuk mengaudit kewenangan penggunaan senjata api oleh Densus 88 laknatullah.

Di akhir rilisnya, PUSHAMI juga mendesak kepada seluruh anggota Komisi III DPR RI untuk merekomendasikan pembubaran Densus 88 dan BNPT karena tidak menjunjung norma hukum di NKRI. Wallahu’alam bish shawwab. (Irfan/Mukminun)