Pembantain oleh Densus 88 Akan Diperkarakan di Mahkamah Internasional

Jakarta, Mukminun.com – Pembantaian terhadap lima umat Islam sipil di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam tempo dua hari menggugah semangat umat Islam lainnya untuk menegakkan keadilan.

Hal tersebut tercermin dalam upaya tim pencari fakta dan rehabilitasi (TPFR) bentukan masyarakat dan ormas-ormas Islam di NTB untuk menggali fakta mendalam dan memperkarakan Densus 88 laknatullah hingga ke Mahkamah Internasional.

“Target kami mengungkap kebenaran dari lapangan. Ini sudah ada data-data yang valid dari masyarakat,” tutut ketua TPFR Hadi Santosa kepada JPNN, Jumat (11/01) kemarin.

Lebih lanjut Hadi menambahkan bahwa temuan TPFR tersebut akan diuji keakurasiannya untuk kemudian kasus pembantaian terhadap lima umat Islam sipil di NTB tersebut akan diajukan ke mahkamah internasional di Den Haag, Belanda.

“Prinsipnya itu sangat mungkin. Namun, kami akan menunggu dulu setelah hasil investigasi lengkap dan akurasinya teruji,” jelas Hadi lebih lanjut.

Wacana memperkarakan Densus 88 laknatullah hingga ke mahkamah internasional juga keluar dari haris Azhar, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS).

Menurut Haris, memperkarakan Densus 88 laknatullah hingga ke level internasional sah-sah saja asalkan faktor-faktor prasyaratnya terpenuhi.

“Asalkan faktor-faktor prasyaratnya terpenuhi. Karena Densus ini representasi aparat negara, maka kejahatan terhadap rakyatnya sendiri bisa diselidiki,” jelas Haris.

Selanjutnya, imbuh Haris, jika kemudian perkara tersebut telah sampai ke mahkamah internasional, maka akan ada tim independen untuk investigasi lebih lanjut lalu dikeluarkanlah keputusan apakah kejahatan Densus 88 laknatullah tersebut dilakukan secara sistematis oleh negara atau individual.

“Tim itu akan melakukan verifikasinya sebelum memutuskan apakah kejahatan HAM itu sistematis oleh negara atau orang per orang. Jika pembunuhan atau penembakan itu direncanakan, maka ada pertanggungjawaban komando,” kata Haris.

Roadshow Keluarga Korban Kedhzliman Densus 88 Laknatullah
Di hari yang sama dikabarkan bahwa keluarga terduga teroris dari Makassar dan NTB telah tiba di Jakarta untuk dijadwalkan melakukan roadshow ke kantor Komnas HAM dan DPR RI.

Rencananya, mereka akan melakukan kunjungan ke Komnas HAM dan DPR RI untuk meminta keadilan serta jaminan keselamatan atas keluarga mereka yang akhir-akhir ini sering mendapat ancaman.

TPFR menungkapkan bahwa sebelum tim pencari fakta tersebut terbentuk, keluarga korban kedzhaliman Densus 88 laknatullah sempat berkunjung ke kantor MUI NTB untuk meminta perlindungan.

Kepada MUI setempat pihak keluarga mengeluh bahwa keluarganya yang selama ini taat menjalankan syiar-syiar Islam justru dituduh teroris. Wallahu’alam bish shawwab. (Hidayatullah/Mukminun)