Mujahidin Ansaruddin Mali, Semakin Diserang Oleh Musuh, Semakin OK

Mali, Mukminun.com – Meskipun pengeboman lewat udara lebih intensif dilakukan oleh pesawat tempur Perancis, mujahidin Ansaruddin Mali justru mampu menguasai lebih banyak wilayah di Mali pada Senin (14/01), termasuk suatu kamp militer strategis, yang membuat mereka lebih dekat ke ibukota, tutur para pejabat militer Prancis dan Mali.

Setelah memutus akses di jalan utama, mujahidin Ansaruddin Mali menyerbu kota Diabaly, sekitar 160 kilometer sebelah utara dari Segou, ibukota administratif pusat Mali, kata Menteri Pertahanan Prancis Jean-Yves Le Drian.

Kedutaan Besar Prancis di Bamako segera memerintahkan evakuasi terhadap sekitar 60 warga Perancis di wilayah Segou, kata seorang warga negara Perancis yang bersikeras tidak ingin diketahui namanya karena factor keselamatan.

Militer Perancis, yang mulai memerangi para ekstremis di Mali utara, Jumat (11/01), memperluas area pemboman udaranya, serta meluncurkan serangan udara untuk pertama kalinya di pusat Mali untuk memerangi umat Islam dan mujahidin di kawasan tersebut.

Namun serangan intens, termasuk serangan dengan helikopter tempur dan jet tempur Mirage, gagal menghentikan kemajuan mujahidin Ansaruddin Mali, yang hanya 400 kilometer dari ibukota, Bamako selatan.

Para mujahidin Ansaruddin Mali "menguasai Diabaly setelah pertempuran sengit dan perlawanan dengan tentara Mali, yang tidak bisa menahan mereka," kata Le Drian.

Militer Thagut Mali dianggap kacau dalam manajemen karena telah membiarkan banyak kota jatuh ke tangan mujahidin Ansaruddin Mali sejak jihad menuntut kemerdekaan dari Perancis dimulai hampir setahun lalu di negara Afrika barat tersebut.

Para mujahidin Ansaruddin Mali kini menguasai sebagian besar utara kawasan tersebut, tetapi telah diblokir di bagian tengah yang sempit dari negara-negara tetangga.

Negara-negara tetangga tersebut juga dinilai telah melakukan langkah pengepungan terhadap mujahidin Ansaruddin Mali serta membuka front kedua di bagian selatan negara tersebut serta di barat.

Mauritania terletak di barat laut dari Mali dan angkatan bersenjatanya telah berada dalam siaga tinggi.

Di sebelah selatan, Burkina Faso telah mengirim bala bantuan militer ke perbatasan dan mendirikan penghalang jalan.

Bahkan Aljazair, yang sebelumnya menentang intervensi militer, sekarang membelot membantu Perancis melawan mujahidin Ansaruddin Mali dengan mengijinkan Perancis membuka markas angkatan udara di negara tersebut.

Meski begitu, negara-negara tetangga tersebut nampak kurang solid dengan upaya Perancis yang menyerang mujahidin Ansaruddin Mali dengan serangan udara.

Serangan kejutan oleh mujahidin Ansaruddin Mali pada Senin (14)/01 dan jatuhnya sebuah helikopter tempur Perancis oleh mujahidin Ansaruddin Mali pada Jumat (11/01) lalu justru memberikan semangat membara di benak para pejuang Islam tersebut.

Padahal hanya beberapa jam sebelum Diabaly jatuh, seorang komandan di pos militer di Niono, tertawa di telepon, dan percaya diri menegaskan bahwa Islam tidak akan pernah mengambil Niono.

Pada siang hari Senin (14/01) setelah mujahidin Ansaruddin Mali mengintensifkan serangan, komandan yang tidak bisa disebutkan namanya karena tidak berwenang untuk berbicara kepada publik, terdengar hampir putus asa. "Kami merasa benar-benar terancam," katanya.

Dia mengatakan mujahidin Ansaruddin Mali mendekati Diabaly dari timur, infiltrasi sawah wilayah Alatona, yang sampai saat ini merupakan situs dari sebuah proyek besar yang didanai AS Millennium Challenge Corporation.

Pesawat Perancis membom konvoi mujahidin Ansaruddin Mali di kilometer 40 Diabaly pada Minggu (13/01) malam, kata komandan itu.

"Pagi ini kami bangun dan menyadari bahwa musuh itu masih ada. Mereka memotong jalan menuju Diabaly. Kami benar-benar terkejut - heran, " katanya.

Tidak jelas apa yang terjadi pada pasukan Mali berbasis di kamp militer di Diabaly. Komandan itu mengatakan bahwa sejak gerakan Islam itu merebut kota, ia tidak mampu mencapai salah satu petugas di pangkalan.

Seruan dan Ancaman Balas Dendam Dari Mujahidin Ansaruddin Mali
Para mujahidin Ansaruddin Mali utara telah lama mengatakan bahwa jika Perancis menyerang mereka, mereka akan melakukan aksi balas dendam terhadap Perancis di seluruh Afrika dan di luar.

Pada hari Senin (14/01), salah satu komandan mujahidin Ansaruddin Mali utara mengancam Perancis jika berani terus menerus menyerang mereka.

"Prancis telah membuka gerbang neraka. ... Mereka telah jatuh ke dalam perangkap yang jauh lebih berbahaya daripada Irak, Afghanistan atau Somalia," kata Omar Ould Hamaha, seorang pemimpin Gerakan untuk Kesatuan dan Jihad di Afrika Barat, salah satu kelompok jihad mengendalikan kawasan Mali utara, pada radio Perancis Europe 1 .

Mali utarasendiri sebenarnya merupakan daerah jajahan Perancis yang sejak satu tahun lalu mendeklarasikan kemerdekaannya dengan penerapan syariat Islam.

Sejak saat itu, masyarakat internasional mulai memperdebatkan apa yang harus dilakukan terhadap penerapan syariat Islam di Mali.

Pada Desember, Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi yang menyerukan intervensi militer, tetapi hanya sesaat setelah daftar lengkap tindakan pre-emptive tersebut dipenuhi, seorang diplomat mengatakan proses akan berlangsung sampai setidaknya September.

Semua itu berubah dalam hitungan jam pekan lalu, ketika badan intelijen Perancis melihat konvoi mujahidin Ansaruddin Mali menuju selatan yang masih setia hidup dalam “penjajahan” oleh Perancis.

Perancis nampak khawatir jika kawasan jajahan mereka jatuh ke tangan mujahidin Ansaruddin Mali.

Presiden Prancis Francois Hollande sendiri meresmikan serangan udara, yang dimulai Jumat (11/01), yang semula terkonsentrasi di bagian utara Mali.

Perancis telah mengirimkan jet-jet tempur mereka di kawasan Chad yang dapat membawa 250 kilogram bom. Mereka juga menggunakan helikopter tempur dan jet Gazelle Rafale, yang berbasis di Perancis.

Inggris juga tak mau kalah dalam memerangi umat Islam dan mujahidin Ansaruddin Mali selama akhir pekan ini dengan mengirim beberapa pesawat C-17 untuk membantu Perancis membawa lebih banyak pasukan.

Amerika Serikat yang memang hobi perang juga telah mengirimkan beberapa pesawat tanpa awak mereka ke kawasan merdeka Mali utara tersebut. Wallahu’alam bish shawwab. (Ap/Mukminun)

Allahumang tsur ikhwaninal mujahidiina fii sabilillahi fii Mali wa fii kulii makaan wa fii kuli zamaan... Aamiin