Kejadian Yang Sebenarnya: Pembantaian Warga Muslim Di Bima Dan Dompu Oleh Densus 88 Tanggal 04 Dan 05 Januari 2013

Oleh: La Lumba Balumba (8 Januari 2013)

Sebelum saya membuka kronologi kejadian yang sebenarnya, akan saya jelaskan terlebih dahulu, kejadian sebelumnya, akan saya bagi dalam tiga tahap:

A. PENCIPTAAN OPINI PUBLIK
Penciptaan opini public dilakukan oleh Densus 88 mulai dari Jakarta, Australia, dan oleh beberapa media massa seperti METRO TV dan TV ONE. Penciptaan Opini Publik ini tidak sesuai dengan Kejadian yang sebenarnya.

B. Pejabat-pejabat Terkait
Siapa saja yang terlibat kegiatan Intelijen di wilayah NTB, sepak terjang Pejabat Kepolisian untuk Promosi Jabatan, dan siapa sebenarnya mereka serta Rekaman pembicaraan Perintah Operasi Kapolda Bali (mantan Kapolda NTB Irjen Pol Arif Wachyunadi) dengan Kapolda NTB Brigjen Pol Mochamad Irawan, serta Laporan Kejadian Kapolres Bima dan Kapolres Dompu kepada Kapolda NTB

Dan Saya mengharapkan Orang Bima (Bima Dompu) dan Sumbawa memperhatikan hal ini dan menyebarluaskan informasi ini kepada siapapun.

1. Sumber Berita Dan Penciptaan Opini Publik:

a. Brigjen Boy Rafli Amar

Hasil penyelidikan tim Detasemen Khusus 88 Antiteror, jaringan teroris tersebut sudah menyiapkan target aksi terornya yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Sebuah hotel di Bima, serta rumah ibadah dan kantor polisi di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, jadi target mereka,” ujarnya.

Lebih jauh, lanjut Boy, dengan terungkapnya jaringan teroris NTB, pihak kepolisian akan memperketat pengamanan objek-objek vital terutama objek wisata yang ada di provinsi tersebut.

“Itu sudah pasti, sinyal seperti ini meningkatkan pengamanan sudah otomatis. Bukan saja turis domestik, tapi juga asing,” tegasnya.


“Jum’at 4 Januari 2013, dua orang yang dianggap teroris oleh pemerintah Indonesia juga di Dompu, kawasan yang berbatasan dengan Bima propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Keduanya disebutkan oleh Brigjen Pol.Boy Rafli Amar bernama Roy dan Bachtiar, yang kononnya menurut Boy Rafli Amar, keduanya ditembak mati oleh densus 88 ketika baru keluar dari tempat latihan, ujar Boy pula kepada wartawan di mabes Polri,Jakarta Sabtu 5 Januari 2013

(Penyergapan itu terjadi hari Sabtu,5 Januari 2013 sekitar pukul 07.00 Wita. Densus 88 itu dengan alasan mereka melawan, sehingga ketiga orang yang juga masih diduga teroris itu ditembak mati ketika baru keluar dari Kebon Kacang, Kelurahan Kendai,Dompu,Propinsi Nusa Tenggara Barat.

Andi Brekelle alias Andi Kayamaya densus 88 menyita senjata laras pendek jenis FN, 1 bom pipa siap ledak, 4 bom pipa masih dalam rakitan. Sementara itu aparat kepolisian juga menyita beberapa bahan untuk pembuatan bom seperti urea,asam nitrat,sodium,paku besi dan baterai)

b. The Jakarta Post:

Two of the suspects were killed on Friday at around 7 p.m. local time when police stormed a hideout in Sila Rato, Bima. Three other suspected terrorists were killed in another raid in Dompu regency on Saturday at around 5:30 a.m. local time.

(Dua tersangka Teroris tewas pada hari Jumat sekitar pukul 7 pm waktu setempat ketika polisi menyerbu TEMPAT PERSEMBUNYIAN di Sila Rato, Bima. Tiga tersangka teroris lainnya tewas dalam serangan lain di Kabupaten Dompu, Sabtu sekitar pukul 5.30 pagi waktu setempat.)


Two of the suspects were killed on Friday at around 7 p.m. local time when police stormed a hideout in Sila Rato, Bima regency, West Nusa Tenggara.

Dua tersangka tewas pada hari Jumat di sekitar 7 pm waktu setempat ketika polisi menyerbu tempat persembunyian di Sila Rato, Bima Kabupaten, Nusa Tenggara Barat.


West Nusa Tenggara Police chief Brig. Gen. Mochamad Irawan said Saturday that Densus 88 raided two locations in Dompu regency. “The five suspects were gunned down after they resisted arrest. They were on the police’s most wanted list,” he said as quoted by Antara news wire. “The five planned an act of terror in Bima and Dompu,” he said.

(Kapolda NTB Brigjen. Pol Mochamad Irawan mengatakan Sabtu bahwa densus 88 menggerebek dua lokasi di kabupaten dompu. kelima tersangka ditembak mati setelah mereka menolak penangkapan. Mereka berada di daftar paling dicari polisi, “katanya seperti dikutip kantor berita Antara. “kelima teroris tersebut merencanakan aksi teror di bima dan dompu,” katanya)

c. Anda tidak usah mencari Berita di TVONE dan METRO TV, karena Berita sudah di Hapus oleh kedua Stasiun Televisi tersebut, berita yangfair hanya ada di ANTEVE DAN dan SCTV, Terima Kasih Kepada Koresponden SCTV Bima NTB Sdr. YDH

d. Kapolda NTB, Brigjen Pol Mochammad Iriawan:


“Tindakan Densus 88 terhadap dua DPO Poso yang dengan terpaksa dilakukan tindakan tegas karena melawan, hingga keduanya meninggal dunia. Semua penangkapan dilakukan Tim Densus 88 Mabes Polri,”

Dari tempat kejadian perkara (TKP) pertama disebutkan barang bukti yang diamankan berupa sepeda motor dan dua buah senjata pendek, jenis revolver dan FN yang diduga digunakan oleh kedua terduga teroris melawan tim Densus 88.

Sementara di TKP kedua, Densus 88 melakukan penindakan terhadap tiga orang terduga teroris, pada Sabtu pagi, pukul 06.30 wita, di Dusun Kandai, Desa Gente, Kecamatan Woja Kabupeten Bima.

“Mereka melakukan perlawanan dengan senjata api maupun bom yang diletakkan di badannya,” kata Kapolda.

Kapolda menegaskan bahwa salah seorang terduga teroris menempelkan bom siap ledak di tubuhnya saat melakukan perlawanan terhadap Tim Densus 88. Identitas teroris yang menempelkan bom di badannya tersebut belum diketahui.

2. SEPAK TERJANG DENSUS 88, PEJABAT KEPOLISIAN NTB, BALI DAN KEGIATAN INTELIJEN BIN di wilayah Bima – Dompu – Sumbawa – Lombok – Bali

a. KAPOLDA NTB, BRIGJEN POL. MOCHAMMAD IRIAWAN
Kapolda NTB, Brigjen Pol. Mochammad Iriawan, saat berpangkat kombes, terlibat rekayasa penangkapan Gayus Tambunan di singapura.

Tentu anda masih ingat Kasus Gayus Tambunan yang Kabur ke Singapura karena terlibat menggelapkan uang pajak Rp 28 miliar. Ketua Tim penjemput nya adalah Kombes Pol Mochamad Iriawan yang sekarang menjabat Kapolda NTB menggantikan Irjen Pol Arif Wachyunadi (saat ini Menjabat Kapolda Bali).

Gayus ditangkap di Hotel Mandarin, Orchard Road, Singapura, lantai 21 pada pukul 22.15. Namun, Gayus tak langsung diterbangkan di Indonesia. “Penangkapan ini dipimpin oleh Kombes M. Iriawan, Wakil Direktur I Kejahatan Keamanan Trans Nasional”,

Namun, skenario penangkapan pegawai Ditjen Pajak tersebut disinyalir hanya untuk mengatrol prestasi. mendongkrak prestasi Satgas Pemberantasan Mafia Hukum dan mendongkrak beberapa kepentingan petinggi di Polri untuk jadi Kapolri,” Gayus disuruh kabur ke Singapura, agar terkesan melarikan diri. Sehingga polisi pun mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO), dan melakukan kerja-kerja hukum.

Seolah olah penangkapan Gayus yang terkesan tidak disengaja, tempat menginap Gayus di Hotel Mandarin Meritus merupakan tempat pengingap orang Indonesia yang kerap jalan-jalan ke Singapura. Kalau Gayus niatnya melarikan diri, tidak mungkin mencari tempat di hotel. Yang lucu dia beli makan dengan bebasnya dan kebetulannya bertemu dengan Denny (Indrayana) dan Ota (Mas Achmad Santosa). Beliau bagian dari Skenario itu, sehingga bisa menjabat Kapolda NTB.

b. KAPOLDA BALI IRJEN POL ARIF WACHYUNADI
Riwayat Jabatan Jenderal Brimob ini hampir seluruh Kariernya di laksanaan di daerah Bali dan Nusra (dulu Bali, NTB dan NTB adalah Polda Nusra) dari Tahun 1984 hingga saat ini. Belum pernah menjabat di Daerah Lain

Saat menjabat Kapolda NTB, berbagai Tindankan Kejahatan kemanusiaan yang di lakukan Oleh Jenderal Polisi Korp Brimob ini,

- Mulai dari Penembakan 4 Warga Kec. Woha Kab. Bima yang melakukan Demonstrasi menangkap Oknum Polisi yang Mabuk di Desa Samili Kec. Woha Kab. Bima.

- 16 Juni 2010, Penembakan membabibuta 23 Warga Sipil di Kab. Bima menggunakan Peluru Tajam, 8 orang diantaranya harus menjalani Operasi pengeluaran Pelor dari anggota Badannya, diantaranya :

- M Daulang (Laju-Langgudu)
- Nurdin (RabaKodo – Woha)
- Syamsuddin (Rabakodo – Woha)
- M. Nur (Woro – Madapangga)
- Udin (Woro – Madapangga)
- Aswadi (Wera)
- Julani (Rada – Bolo)
- Arifin (Sakuru – Monta)
- Abdullah (Maria – Wawo)
- Arajin (Ujung Kalate)
- Syafruddin (Ntori – Wawo)
- Abdullah Abubakar (Woro – Madapangga)

Korban Luka tembak, Arifin Kuli (38) Warga RT 01/01 Lingkungan Bara Desa Sakuru kecamatan Monta, mengaku tiba-tiba ditembak aparat Kepolisian saat mengendarai sepeda motor dijalan gatot soebroto, tepatnya didepan Pengadilan Agama (PA) Raba. Tidak hanya itu, pelipis kirinya juga dipukul aparat dengan monsong senjata api hingga akhirnya pingsan.

“saat itu sebenarnya saya ingin menuju rumah sakit, karena ada kerabat yang dirawat disini karena kecelakaan. Tiba-tiba saja paha kiri saya ditembak. Padahal saya tidak pernah ikut aksi itu”. Ujarnya. (Sumber: Bima Ekspres, 16/6, Hal 1)

Sedangkan 51 orang yang luka-luka akibat bogem mentah, popor senjata dan rotan/pentungan kepolisian diamankan digunung dua, guna mendalami aksi tersebut, kepolisian Resort Kota Bima (Polresta), selasa (15/6) memeriksa dan mengambil keterangan sejumlah 49 orang yang sebelumnya diamankan disel tahanan Gunung Dua.

Kasat Reskrim Polresta Bima, AKP Yuyan Priatmaja SIK menyatakan, jumlah oknum massa yang diperiksa sebanyak 49 orang, dari jumlah tersebut, satu orang telah ditetapkan menjadi tersangka. (SUMBER: SUARA MANDIRI, 16/6, hal 4)





Kasus penembakan 13 orang Warga desa Parado yang menolak Tambang Emas di desa Parado Kab. Bima

Penembakan 89 orang Lambu Sape, Kab. Bima tanggal 24 Desember 2011 yang menolak Tambang emas, akibat kejadian tersebut 2 orang warga tewas ditembak kepalanya dan 1 orang saksi dibawa tiga hari berikutnya dikembalikan dalam keadaan tewas…

Bahkan Mayat di injak kepalanya kemudian di tendang, ada juga korban seorang wanita, ditangkap, kemudian disuruh lari dan ditembak dari belakang, setelah dibawa ke Puskesmas korban terwakan dan lebih biadab lagi 7 orang anak kecil yang sedang bermain Bola dipukul kepalanya sampai Bocor, ada seorang anak kecil yang sudah mengangkat tangan, tangan tersebut ditembak.

Tidak sampai di situ, Kasat Reskrim Polres Bima saat itu pun mengambil bagian, terlihat di dalam rekaman Video, Oknum Polisi ini “mengancam, mencabut pistol dan menembak langsung ke arah warga. Tidak berhenti sampai disitu, keparat inipun menyeret Korban dan menginjaknya termasuk seorang ibu ibu… semuanya ada dalam gambar dan rekaman Video.

Kapolres Bima adalah Kapolres yang selama 20 Kariernya menjabat di daerah Tambang, Mulai dari Bangka Belitung, Dompu hingga Bima. Mengapa Kapolda ini sangat keukeuh membela pemilik modal? dan menciptakan kondisi yang menakutkan di Bima dan NTB?

Karena banyak Tambang di NTB adalah milik Pejabat Kepolisian seperti di Kec. Wera Kab. Bima adalah Milik Anak Wapolri Fauzi bin Nana.


IRJEN POL ARIF WACHYUNADI, SAAT MENJABAT KAPOLDA NTB, TERLIBAT DALAM KEJAHATAN KEMANUSIAAN , PEMBANTAI WARGA BIMA DAN MELAKUKAN PEMBIARAN TERJADINYA PERKELAHIAN MASSAL DAN PEMBUNUHAN DI WILAYAH NTB

Ketidak berdayaan KOMNAS HAM perempuan :


Kondisi Korban saat ini : http://www.radar-bekasi.com/?p=23785

Tidakan Brutal Kasatreskrim Polres Bima AKP Yuyan Priatmaja SIK :


Korban


Komnas Ham cuap-cuap :

KRI Teluk Bone Milik Besan Wakapolri mendarat di wera Bima menurunkan alat Tambang:


Sampai saat ini penyelesain permasalahan ini tidak jelas, ada main mata antara pusat, komnas ham dan kepolisian

Polda NTB membackingi pengusaha Tambang:

Polda NTB melakukan teror warga Bima Dompu dengan melemparkan Isu adanya Bom :


Kasus pembunuhan di Lombok, dengan Isu Penculikan, Polda NTB hanya diam saja, tidak melakukan antisipasi, dan cenderung melakukan Pembiaran… demikian pula kasus pembunuhan dan kekacauan di beberapa daerah di Bima Biang keroknya adalah Oknum anggota Polisi, Brigadir Tamrin (terlibat pembalakan liar di Tambora) dan melelang Benhur / Andong warga Sie Kab. Bima.

Kasus Perkelahian antar Warga di Bima biang keroknya adalah Kepolisian, melakukan pembiaran, tidak melakukan penangkapan pelaku tindak kejahatan, di Desa Waro dan Sie, Brigadir Tamrin menyita kendaraan Benhur warga kemudian melelangnya.

c. Pengiriman Senjata Densus dan BIN melalu Lombok hingga ke Bima Dompu.
Tanggal 06 Desember 2012, Direktur IV / Penindakan BNPT Brigjen Pol Petrus Golose mengumpulkan seluruh aparat BIN di NTB, dan menjelaskan tentang adanya Rencana Teroris Poso melakukan Pengeboman di Bali (BUKAN DI Bima dan Dompu) pada malam Natal dan Tahun Baru, tapi kegiatan ini tidak terbkti sampai sekarang. Dia juga mebawa anggotanya termasuk Kombes M. Pelaku pemecah Kaca Mobil Abu Bakar Ba’asyir saat penangkapan beliau.

Tanggal 03 Januari 2013, seorang Angota BIN, terbang dari Bima menuju Bandung menggunakan pesawat Wings Air, Anggota BIN ini membawa 8 (delapan) butir peluru Kaliber 7,62 mm, setelah tiba di Bandung 2 butir peluru dinyatakan Hilang, pertanyaannya adalah, untuk apa seorang anggota BIN membawa Peluru kaliber sedang ? Peluru jenis ini biasanya di gunakan oleh Sniper, anda jangan Kaget, senjatayang dibawa Anggota BIN ini adalah Styer.

Sejak tanggal 23 Desember 2012, beberapa Agen BIN dan Densus melintasi Lombok-Bima, terbukti di BIL (Bandara Internasional Lombok) tercatat ada 56 pucuk senjata masuk di NTB, dengan 13 kali penerbangan menggunakan Lion Air dan Wings Air….

Tanggal 06 Januari 2013, beredar Isu yang sengaja dihembuskan oleh Agen BIN dan Kepolisian bahwa Orang Lombok akan mewaspadai Orang Bima yang menggunakan Jubah memasuki Lombok, setelah di cek dilapangan ternyata Hal itu tidak benar, Porsentasi Pengguna Jubah di NTB lebih banyak Orang Lombok yang menggunakan Jubah daripada Bima dan Dompu. Untuk menciptakan Kondisi seolah Olah suasana Mencekan dan akan ada Aksi Balasan dari Orang terduga Teroris, Kapolda NTB mengeluarkan perintah memperketat penjagaan di seluruh pintu masuk baik pelabuhan, terminal, Bandara dan asrama Kepolisian, hal ini sudah tidak aneh lagi, Karena mereka ahli menciptakan Kondisi demikian, sama seperti mereka terlibat bentrok dengan TNI atau Ormas, kemudian melakukan Sweeping…. Sudah Basi.

d. Sepak Terjang Pejabat Densus 88


Densus 88 adalah satuan Amerika dan Australia yang bertugas di Indonesia, menkampanyekan Agenda Barat tentang pemberantasan Tindak Pidana Teroris. Mereka memiliki Logo Burung Hantu, ini menandakan mereka adalah Orang Galilea Yahudi, Satuan ini diambil dari personel Gegana emiliki Unit yang disebut Unit Zibom, 87 % anggotanya beragama Nasrani, dan memiliki Logo yang sama persis dengan Bendera Israel. Kelompok Densus 88 ini, selalu menembak mati orang yang terduga Teroris, Jika salah menembak mereka langsung mengalihkan ke Daerah Lain seperti Contoh Kasus, Penembakan Pos Polisi di Solo, pelakunya sudah dilumpuhkan dan 1 orang anggota Densus 88 tertembak, Pertanyaannya adalah, Siapa yang menembak Anggota Densus tersebut ? kejadian sebenarnyaadalah Salah Tembak, Anggota Densus 88 yang tertembak ini adalah “POLISI BODOH” dia salah tembak, saat akan mengekusi terduga teroris tersebut, dia mengarahkan senjatanya di bagian Kepala Korban, dia tidak tahu bahwa Peluru memantul dan mengenai Dadanya disebelah Kiri, karena salah target, kemudian Densus 88 mengalihkan kejadian di Depok…… Sama dengan kasus di Bima, awalmulanya di Poso, pelakuknya sudah ditangkap, kok pelakunya ada di Bima dan Dompu ?



TUKANG JAGAL BNPT, KOMBES POL. MATHINUS H. KELOMPOK GORIS MERE & PETRUS GOLOSE

BRIGJEN POL, PETRUS GOLOSE, DEPUTI IV / PENINDAKAN BNPT, KEMANA DIA PERGI SELALU KOMPOL MERTHINUS ADA DISAMPINGNYA, FOTO INI SAAT MEREKA MELAKUKANKESALAHAN MENEMBAK ORANG TERDUGA DI SOLO DAN MEMINTA DIBACK UP OLEH GRUP-2 KOPASSUS,……

IRJENPOL GORES MERE, INILAH WAJAH DENSUS 88 DIDIKAN JERUSSALEM DAN VATIKAN

…….PETRUS GOLOSE, MARTHINUS DAN GORES MERE DAN SATU LAGI ADALAH IRJEN POL EDWARD ARITONANG ADALAH PERWIRA LULUSAN AKPOL TITIPAN VATIKAN DAN ISRAEL, SELALU MENGUNJUNGI AMERIKA, ISRAEL, ITALIA DAN PRANCIS. DIMANA ADA 4 ORANG INI MENJABAT, SELALU ADA KASUS TERORIS, SAAT KASUS DI SOLO KAPOLDANYA ADALAH EDWARD ARITONANG TERMASUK PERMASALAHN SYEH PUJI. 4 orang ini merekrut sendiri Personel Densus 88 yang diambil dari Personel Gegana di Unit Zibom yang 87 %  nya adalah Nasrani.

Hal ini menimbulkan ketegangangan di antara Korps Brimob mengenai masalah wewenang tugas. Baik permasalah Agama, yang Muslim selalu memprotes tindakan berlebihan yang dilakukan oleh yang beragama Nasrani terhadap tawanan. demikian Pula kecemburuan Gegana terhadap Densus, yang menindak sebenarnya adalah personel Gegana tapi yang selalu dimunculkan adalah Densus 88, pasukan bentukan Kolonel Green, mantan Delta Forces Amerika, melatihnya hanya 1,5 bulan, bertepatan dengan Bom Bali….

DEMIKIAN KEJADIAN AWAL DAN URUT-URUT KEGIATAN CIPTA KONDISI DI BIMA-DOMPU-SUMBAWA-LOMBOK…..

Saatnya Kita Membahas Proyek Penindakan Rekayasa Teroris Di Bima, Dompu, Sumbawa Dan Lombok Oleh Pasukan Saleb Jesus 88 Dan Bnpt

1. Tanggal 04 Januari 2013 jam 15.00 witeng, anggota Densus 88 mengejar orang yang di duga Teroris hingga di desa Madapangga, bukan di desa Rato Tapi di Madapangga.

Orang yang diduga teroris pelarian dari Poso itu bernama Bahtiar berangkat dari dari Bima menuju Dompu menggunakan Sepeda Motor untuk menjual Roti.

Saat memasuki daerah Madapangga, tiba-tiba beberapa anggota Densus 88 mencegat sepeda motor tersebut dan (berdasarkan keterangan Polisi) terjadi tembak menembak antara Densus 88 dengan Bahtiar.

Akibat kejadian tersebut, Bahtiar tewas ditempat dengan luka tembak di beberapa bagian tubuh diantaranya kepala dan dada. Korban tergelatak di sebelah kanan jalan disamping sepeda motornya.

Berdasarkan keterangan Warga, Warga hanya mendengar 13 kali letusan Senjata… dan di TKP ditemukan 13 butir Selongsong Peluru kaliber 9 milimeter.

Setelah penembakan di Madapangga Kab. Bima, pada jam 17.00 Densus menggerebek sebuah rumah dan menembak mati orang yang diduga teroris di daerah Sila Rato Kec. Bolo Kab. Bima, bernama Roy alias Mohammad Rizal Efendi, warga Sulawesi Selatan… dan satu orang melarikan diri. (berdasarkan keterangan Polisi)

Selanjutnya satu orang yang tertangkap atas nama Dimas Antasari, Warga Sadia II Mpunda Kota Bima (saat penyergapan di Dompu, ditemukan tewas dengan luka tembak dibeberapa bagian tubuh).

Dua Jenazah dibawa oleh Brimob dan Densus 88 menuju Mataram melalui Jalur Darat, dan diterbangkan ke Jakarta.

Barang Bukti satu pucuk senjata Taurus (sejenis Air Soft Gun), 6 Butir Peluru, dan belakangan 1 unit Sepeda Motor.

1) Mari Kita menganalisa kejadian pertama ini dan sesuaikan dengan keterang Pejabat Kepolisian di atas.

a. Di Bima ada 2 Kejadian, kejadian pertama di Kec. Madapangga Kab. Bima, Densus 88 menembak Mati Sdr. Bahtiar saat melintas di jalan perbukitan yang sepi di daerah Madapangga.

Sdr. Bahtiar adalah Warga Bima yang berprofesi sebagai Pedagang Roti keliling. Saat kejadian, Polisi mengatakan bahwa Sdr. Bahtiar adalah DPO yang terlibat penembakan Polisi di Poso,

Dari keterangan Warga dan Tetangganya bahwa Sdr. Bahtiar tidak pernah keluar dari Pulau Sumbawa apalagi ke Poso. Tentu ini adalah alasan Polisi untuk mengelabui Publik tentang tindakan brutal dan semena-mena yang dilakukannya selama ini.

Tentu kita perlu mempertanyakan pernyataan Kapolda NTB, Kadiv Humas Mabes Polri bahwa korban melawan dan terjadi kontak tembak. Bagaimana mungkin seorang penjual roti bisa melakukan perlawanan terhadap aparat Densus 88 sedang dia sedang mengendarai kendaraan dan membawa dagangannya?

Teori apapun tidak akan ketemu kecuali. Sdr. Bahtiar sudah ditargetkan untuk di eksekusi ditempat yang sepi dan daerah perbukitan yang jarang dilintasi orang. Tentu anda akan bertanya mengapa sampai ada 13 butir selongsong peluru di TKP?

Hal ini membuktikan bahwa Sdr. Bahtiar tidak dalam posisi diam melainkan bergerak karena dia mengendarai sepeda Motor. Untuk menghentikannya, Densus 88 meberondongnya dengan menembak beberapa kali ke arah Sdr. Bahtiar.

Aoutopsi luka yang berada di tubuh Sdr. Bahtiar adalah di ditembak dari samping arah 45 derajat – 70 derajat, sdr. Bahtiar membelakangi tim Eksekusi Densus 88, apakah ini yang dinamakan tembak menembak dan melawan?

b. Kejadian kedua terjadi di Desa Sila Rato, Kec. Bolo Kab. Bima korbannya adalah Roy alias Mohammad Rizal Efendi, warga Sulawesi Selatan,

Roy memiliki istri orang Bima yang berdomisili di Desa Sila Rato. Polisi selalu mengatakan bahwa korban melawan dan terjadi tembak menembak.

Bagaimana mungkin terjadi tembak menembak sedangkan di tubuh sdr. Roy terdapat dua luka tembak bagian dada dan kepala dan terdengar dua kali letusan senjata, dan di TKP ditemukan sebuad Katepel.

Awalnya Polisi mengatakan di TKP ditemukan senjata Taurus dan 6 Butir Peluru, kemudian laporan ke Polda dan Mabes Polri di Ralat, bahwa Di TKP ditemukan Pistol FN dan 6 butir peluru kaliber 9 mm.

Mengapa Polisi merubah merubah keterangan Barang Bukti, seolah olah terjadi tembak menembak ? Pistol Taurus adalah jenis Air Sift Gun, sangat aneh jika menggunakan Peluru kaliber 9 milimeter. Bertambah lagi rekayasa Kepolisian mengatakan bahwa di TKP ditemukan Pistol FN dan Peluru kaliber 9 mm, Pistol FN pabrik Colt Amerika berkaliber 11 milimeter…. Polisi Lucu kan? atau teroris yang Bodoh?

2. Tanggal 05 Januari 2013 jam 05.15, 22 orang personel Densus 88, kembali melakukan pengejaran hingga ke sebuah Kebun di Dusun Ginte. Desa Kandai II Kec. Woja Kab. Dompu (1,3 Km dari Terminal Bus Ginte). Dulunya kebun ini adalah bekas Perkebunan Jambu Mete, milik PT BA (Bali Anarkadia), kemudian dikuasai oleh Warga bernama Tasrif Ta’ami dan digarap oleh Sdr. Abdullah Seno.

Berdasarkan keterangan Polisi, saat penggerebekan di sebuah Gubuk, (bukan pondok pesantren) terjadi kontak tembak antara Densus dan Teroris, akibat dari kejadian tersebut, 3 orang yang diduga teroris tewas ditembak mati karena melawan, 1 orang melarikan diri dan ditemukan Barang Bukti berupa Bahan Peledak. Tiga orang tersebut bernama:

a. Faiz, Warga Jln. Pulau Madura 015/Gebang Rejo Poso Kota

b. Rozi Malingga, Warga Jln. Pulau Jawa-1 Gebang Rejo Poso Kota

c. Riswanto, Warga Ratolene, Kasiguncu, Poso Pesisir.

Polisi mengeluarkan 4 katong Mayat, 3 untuk jenazah, sedangkan 1 lagi adalah untuk Barang Bukti. Kemudian jan 08.03 ketiga jenazah tersebut di Bawa ke RS. Bhayangkara Mataram melalui darat menggunakan Mobil kijang inova nopol “EA2110 Y.”

Mobil ini juga yang mengangkut Mayat saat penembakan di Pondok pesantren Umar Bin Khatab, kemudian setelah tiba di Mataram ke 3 jenazah tersebut diterbangkan ke RS. Polri Kramat Jari Jakarta Timur.

2) Mari kita menganalisa Kejadian di Dompu

LOKASI PENYERGAPAN DI DOMPU DI KEBUN KEDELAI EKS LAHAN PT. BALI ANARCADIA (PENGUSAHA BALI) YANG DIKUASAI WARGA, 3 KMDARI TERMINAL GINTE

Pejabat Kepolisian di atas menyatakan bahwa terjadi Baku tembak, dan orang terduga teroris melawan. Mengapa di TKP tidak ditemukan barang bukti berupa selongsong peluru dan senjata milik terduga teroris? POLISI BERBOHONG.

Saat memasukkan 3 mayat kedalam kantong jenazah, polisi mengeluarkan 4 kantong jenajah. Bahwa kantong Jenazah yang lebih adalah barang bukti, kemana tawanan yang bernama Dimas Antasari, Warga Sadia II Mpunda Kota Bima yang ditangkap di Sila Rato?

jika benar bahwa kantong jenazah yang lebih adalah barang bukti, di TKP barang bukti adalah beberapa bom dan bahan pembuat bom, alangkah amatir dan bodohnya densus 88. Mengamankan bom dalam kantong jenazah, bagaimana jika terjadi getaran dan memicu detonator? POLISI BERBOHONG

Polisi mengatakan bahwa orang terduga teroris, sudah menyiapkan diri, dengan memasang bom di badannya (Brigjen Pol. Petrus Golose selalu mengatakan bahwa “teori dan taktik apa yang digunakan, jika ada pelaku bunuh diri yang memasang bom di badannya”).

Jika benar bahwa terduga teroris memasang bom di badannya, mengapa pada saat mereka disergap tidak meledakkan dirinya atau pada saat mereka di tembak bom yang ada dibadan mereka tidak meledak?, kecuali mereka dibawa ke TKP sudah dalam keadaan Mati atau mereka sebenarnya sudah ditangkap dan dieksekusi di Lahan milik PT. Bali Anarcadia yang sepi dan sudah ditinggalkan? POLISI BERBOHONG

Lahan tempat penggerebekan terduga Teroris oleh Densus 88, dulunya adalah milik PT. Bali Anarcadia, pemilikannya oleh orang bali, menguasai lahan seluas 5.540 hektar, ini adalah perusahaan nakal, termasuk di Daerah Calabai dan Sanggar.

Tanggal 01 Maret 2010, perusahaan ini pernah dipanggil oleh Wakil Gubernur NTB berkaitan dengan penaman modal yang tidak jelas. Ada pejabat-pejabat pusat yang ingin menguasai lahan ini, terutama jenderal-jenderal polisi yang memasuki masa pensiun, sehingga lahan ini dijadikan daerah latihan pembantaian umat islam yang dituduh sebagai teroris, terbukti dengan tingginya intesitas kunjungan pejabat pusat ke NTB, Oknum BPN NTB bermain petak umet dalam hal ini, termasuk lahan tambak udang di Laju, (jangan heran Laju, Sie, Karumbu, Simpasai dan Waro selalu ribut) hal ini sengaja dilakukan pembiaran oleh Polres Bima.

Didekat TKP juga terdapat lahan penggilingan batu milik pt 35 dompu. milik siapa hayoooo? Dalam hal ini secara tidak langsung polisi ingin melakukan pembebasan lahan berarti? POLISI BERBISNIS

3. Sebelum kejadian tanggal 04 dan 05, 11 hari sebelumnya banyak orang BIN dan aparat Intel memasuki Bima dan Mataram baik melalui darat maupun udara, tercatat 48 pucuk senjata masuk di transkrip bandara BIL, menggunakan Pesawat Lion Air dan Wings bahkan Tanggal 03 Januari seorang anggota BIN, terbang dari Bima menuju Bandung menggunakan pesawat Wins Air membawa 8 Butir Munisi Kaliber 7,62 mm (kemungkinan senjata yang di bawa senapan Runduk / Sniper Styer AUG) setelah tiba di Bandung 2 butir amunisinya Hilang di Pesawat.

4. Tanggal 25 Desember 2012, Kapolda Bali (mantan Kapolda NTB) menghubungi Kapolda NTB, berkaitan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru, agar mengantisipasi terjadinya tindakan teroris di Bali, suatu ketakutan yang Luar Biasa, meminta kepada Kapolda NTB untuk melakukan aksi sebelum terjadi di Bali, ternyata tidak ada satupun “teroris“ yang merencanakan kegitan teroris di Bali saat Natal dan Tahun Baru.

‘kelompok yang di Bima segera diselesaikan, jangan sampai masuk ke Bali”.

Jika anda tidak percaya, silahkan tanyakan ke Korspri Kapolda NTB, apakah demikian rekaman pembicaraannya.

Untuk menutupi malu bahwa analisa intelijen mereka selama ini salah, orang Bali selalu dikondisikan dan dicuci otaknya bahwa mereka atau Bali selalu diancam akan di Bom oleh teroris.

Jika keadaan demikian, tanah –tanah orang bali akan dikuasai oleh asing dan investor, sehingga banyak warga bali yang keluar dari Bali, karena sudah tidak memiliki tanah dan lahan garap, mereka keluar dari dan merambah di wilayah Sumbawa dan Dompu.

5. Jabatan di Kepolisian itu memang unik, apakah ini secara kebetulan, kapolda ntb, kapolda bali dan kapolda yang di poso adalah orang jawa barat, bahasa bimanya “dou sunda”

Kejadian sebenarnya bom bali adalah, warga bali menolak pembangunan masjid dan melempar kepala babi ke dalam beberapa masjid di bali. inilah penyebabnya bali di bom 2 kali.

YANG INGIN MEMBANTAH SILAHKAN, YANG SAKIT HATI SILAHKAN. SAYA BERHARAP, SELURUH WARGA BIMA, DOMPU, SUMBAWA DAN LOMBOK, KALIAN ADALAH SAUDARA, JANGAN MAU DIADU DOMBA, JIKA KALIAN RIBUT, SETAN SETAN JADDAH INI SEDIKIT DEMI SEDIKIT MENCURI KETENANGAN KALIAN, MENGAMBIL TANAH DAN MILIK KALIAN, MENGUASAI NEGERI KALIAN….

DEMI ALLAH DAN RASUL…. ORANG-ORANG YAHUDI DAN NASRANI SERTA ORANG YANG RAKUS TIDAK AKAN PERNAH SUKA KEPADA KALIAN, HINGGA KALIAN PECAH TERCERAI BERAI.