Terry Jones & Suami Seorang WNI Luncurkan Film Anti-Islam, “The Innocent Prophet”

Florida, Mukminun.com – September 2012 silam, film anti-Islam “The Innocence of Muslims” menuai banyak kecaman keras dari umat Islam sedunia dan berujung pada tewasnya duta besar AS untuk Libya.

Tak kapok dengan hal tersebut, pastur pembakar Quran Terry Jones merencanakan suatu film anti-Islam yang dia sendiri mengharapkan akan berdampak sama besarnya dengan film anti-Islam sebelumnya, “Innocence of Muslims.”

Film yang akan diluncurkan pada 14 Desember 2012 tersebut akan diberi judul “The Innocent Prophet” dimana Terry Jones laknatullah mengaku bertanggungjawab terhadap pembuatannya.

Selain itu, dia juga mengaku bahwa pembuatan film “The Innocent Prophet” juga dibantu oleh seorang warga Spanyol, Imran Firasat, yang mana kontribusi keduanya dalam film tersebut adalah 50-50.

Pastur Terry Jones laknatullah asal gereja Dove World Outreach Center tersebut memang dikenal dengan rencananya membakar Al-Quran pada peringatan tragedi 11 Setember.

Dari wawancara antara kantor berita Business Insider dengan Imran Firasat – rekan Terry Jones dalam pembuatan “The Innocent Prophet”, diketahui bahwa pria Spanyol tersebut memiliki darah Pakistan dan merupakan seorang murtadin.

Imran Firasat sendiri mengaku lahir dari keluarga muslim, besar di lingkungan Islam, namun menjadi murtad memeluk Buddha karena mengikuti agama istrinya.

Keputusannya meninggalkan Islam pada Buddha ternyata menuai banyak ancaman dari umat Islam di sekitarnya dan ia pun bersama istrinya – yang merupakan warga negara Indonesia – melarikan diri ke Spanyol.

Sejak saat itulah, lanjutnya, Imran Firasat memulai suatu blog yang berisi tentang kecamannya terhadap Islam dan penghinaannya terhadap Islam.

Terus mendapat ancaman meski telah tinggal di Spanyol, Imran Firasat dan istrinya melarikan diri ke Indonesia namun ia justru sempat ditahan oleh kepolisian Republik Indonesia atas dakwaan penistaan agama.

Masa penahanan Imran Firasat, lanjutnya, tidak bertahan lama, menyusul ulahnya memberikan suap kepada kepolisian lokal Indonesia agar dirinya dibebaskan dan diijinkan kembali ke Spanyol.

Film yang ia buat dan ia danai sendiri, “The Innocent Prophet”, konon akan diterjemahkan ke dalam lima bahasa, Inggris, Spanyol, Urdu, Indonesia, dan Arab.

Lebih lanjut ia menggambarkan film yang sedang ia garap dengan Terry Jones sebagai suatu film yang “menyerang umat Islam, dan menampar wajah mereka.”

“Film ini ga cuman film dengan durasi satu jam 15 menit yang menohok umat islam dan menampar wajah mereka,” ungkapnya seperti dikutip kantor berita Business Insider.

Terkait timbulnya kekisruhan yang akan ditimbulkan akibat film tersebut, Imran Firasat yakin mengatakan bahwa “umat Islam tidak akan terpancing membuat kerusuhan hanya karena sebuah film.”

Di sisi lain, niat untuk membuat kekisruhan justru muncul dari Pastur Terry Jones yang mengaku akan sangat bangga jika filmnya “The Innocent Prophet” mempunyai efek kerusuhan sebesar film “The Innocence of Muslims.”

“Kami tentu akan sangat bahagia jika The Innocent Prophet akan berdampak sama (dengan The Innocence of Muslims) sejauh hal tersebut mampu menimbulkan kewaspadaan terhadap Islam,” aku Terry Jones pada kantor berita Business Insider.

Kantor berita Business Insider, di akhir laporannya, menilai bahwa film yang didukung Terry Jones dan dibuat oleh Imran Firasat yang beristrikan orang Indonesia tersebut tidak akan berdampak sama seperti The Innocence of Muslims.

Hal itu dikarenakan minimnya dana yang digunakan untuk pembuatan film The Innocent Prophet, yang konon jauh dibawah “The Innocence of Muslims.” Wallahu’alam bish shawwab. (Businessinsider/Mukminun)