Fiqih Islam: Syarat Tayamum dan Siapa Yang Boleh Bertayamum

Oleh Sheikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairy
A. Syarat Tayamum dalam Islam
Tayamum disyaratkan dalam Al-Quran dan hadits.

Allah Ta’ala berfirman:
“...dan jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci), sapulah mukamu dan tanganmu...” (An-Nisa: 43).

Kemudian Rasulullah Muhammad Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda:
Debu yang suci itu benda sucinya seorang muslim, meskipun dia tidak dapat mendapatkan air selama sepuluh tahun,” (HR An-Nasa’i dan Ibnu Majah, hadist shahih, dan disebutkan oleh Al-Haitsami dalam Majma’uz Zawaid, 1/261).

Catatan: Orang yang tidak mendapatkan air dan sesuatu yang dapat digunakan untuk bertayamum boleh baginya mengerjakan shalat meskipun tidak berwudhu atau pun tayamum dan tidak diwajibkan baginya untuk mengulang shalatnya. Hal ini berdasarkan perbuatan Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam dan para sahabatnya yang pernah mengerjakan shalat tanpa berwudhu ketika tidak ada air dan sebelum disyariatkan tayamum dan mereka tidak mengulangi shalat itu setelah turunnya ayat perintah tayamum tersebut.

B. Siapa Yang Boleh Bertayamum?
Tayamum disyariatkan bagi orang yang tidak mendapatkan air setelah mencarinya dengan susah payah, atau mendapatinya tapi dia tidak mampu untuk memakainya karena sakit atau khawatir dengan memakainya dia akan bertambah sakit atau membuat kesembuhannya itu menjadi lambat, atau dia tidak bisa bergerak dan tidak ada orang yang membantunya untuk mengambilkannya.

Adapun bagi orang yang mendapatkan air dengan jumlah sedikit dan tidak cukup untuk membersihkan semua anggota wudhu, dia boleh berwudhu dengannya untuk sebagian anggotanya, kemudian dia bertayamum untuk bagian anggota wudhu yang tersisa.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:
Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu...” (At-Taghabun: 16). Wallahu’alam bish shawwab.

Baca Juga:
- Wajib Dan Sunnah Dalam Tata Cara Tayamum
- Pembatal Tayamum dan Ibadah Yang Boleh Dikerjakan Setelah Tayamum 
- Tata Cara Tayamum Dalam Islam