Robek dan Bakar Quran, Pria ini Dipenjara lalu Dibakar Hidup-hidup

Pakistan, Mukminun.com – Ratusan massa umat Islam di Pakistan merangsek ke dalam kantor polisi dan membakar hidup-hidup seseorang yang ditengarai membakar dan merobek Al-Quran.

Demikian keterangan yang didapat dari kepolisian provinsi Sindh pada Sabtu (22/12) kepada media.

Pria naas tersebut kiranya sedang melakukan perjalanan jarak jauh dan sempat menginap di suatu masjid di Desa Seeta, provinsi Sindh pada Kamis (20/12).

Pagi hari Jumat (21/12), imam masjid Ust Maulvi Memon menemukan bekas robekan Quran yang dibakar tercecer di dalam masjid.

“Dia sendirian di dalam masjid sepanjang malam. Tak ada orang lain di sana yang melakukan hal mengerikan ini,” tutur Ust Maulvi Memon kepada media.

Sesaat setelah mengetahui hal tersebut, takmir masjid segera melapor kepada pihak berwajib dan pria naas tersebut pun segera ditangkap dan di penjara.

Meski telah dipenjara, ratusan umat Islam yang marah atas kejadian tersebut segera mendatangi kantor kepolisian setempat dan menarik pria tersebut keluar dari penjara untuk kemudian dibakar hidup-hidup.

“Masyarakat memukuli pria tersebut dan membawanya ke kepolisian. Beberapa jam kemudian, massa sekitar 200 orang menggeruduk kantor polisi, menyeret pria tersebut keluar dan membakarnya,” papar Usman Ghani dari kepolisian kabupaten Dadu.

Menyusul aksi pembakaran hidup-hidup terhadap pembakar Quran tersebut, sekitar 30 orang dari pihak masyarakat telah ditangkap, berikut  tujuh polisi yang juga ditangkap atas dakwaan lalai dalam bertugas.

Menurut statistik yang dikeluarkan oleh Center for Research and Security Studies, telah ada 53 orang yang tewas baik dihukum mati atau dihakimi massa sejak tahun 1990 atas dakwaan penistaan terhadap agama.

Kasus serupa juga pernah terjadi di polsek Bahawalpur, Pakistan, dimana Ghulam Abbas (40) harus menerima kenyataan dibakar hidup-hidup oleh masarakat setelah dipenjara karena membakar Quran. (Baca selengkapnya)

Pakistan sendiri merupakan satu negara dengan jumlah penganut Islam terbesar kedua setelah Indonesia.

Pakistan memiliki undang-undang anti peninstaan agama yang dapat digunakan untuk menjerat pelaku penistaan agama kepada hukuman mati. Wallahu’alam bish shawwab. (Kuwaittimes/Mukminun)

Baca Juga:
Dipenjara, Pembakar Quran Ini Tetap Jadi Bulan-bulanan Massa