Umat Islam di Paris Kutuk Pembukaan “Masjid” Kaum Hombreng

Paris, Mukminun.com – Pemimpin komunitas Islam dan ulama-ulama muslim di Paris mengutuk dibukanya masjid yang didedikasikan khusus untuk kaum hombreng dan lesbian.

Dalil Boubaker, rektor dari komunitas Islam Grande Mosquee di Paris mengatakan kepada media lokal bahwa masjid tersebut menentang ajaran Islam.

“Jamaah (harusnya) pergi ke suatu masjid untuk menyembah Allah, mereka tidak boleh ke masjid untuk mendemonstrasikan (preferensi) syahwat mereka,” ungkap Dalil Boubakeur.

Lebih lanjut beliau menegaskan bahwa upaya pembukaan masjid khusus untuk kaum homo dan lesbian tersebut merupakan suatu penghinaan terhadap nilai sakral Masjid dalam Islam.

“Ini merupakan suatu penistaan terhadap definisi suatu masjid,” kata Dalil Boubakeur.

Seperti yang diberitakan oleh Mukminun.com pada 24 November 2012, seorang aktivis LGBT Ludovic Lutfi Zaheed bersama pasangan homonya berencana menggunakan suatu ruangan di salah satu kuil Buddha untuk dijadikan “masjid” khusus untuk kaum homo dan lesbian.

Dalam operasionalnya sehari-hari kelak, jamaah yang bersembahyang di tempat tersebut tidak perlu hijab pemisah antara jamaah putra dengan jamaah putri karena sang pendiri masjid beranggapan bahwa keduanya sama.

Ludovic Lutfi Zahed merupakan seorang yang mengaku muslim, yang pertama kali menikah dengan sesama pria di Perancis.

Pria keturunan Aljazair tersebut terjerumus dalam dunia LGBT setelah menyusun disertasi S3-nya tentang Islam dan LGBT yang kemudian dipublikasikan pada Maret lalu.

HM2F, organisasi yang dipimpin Ludovic, berdiri pada tahun 2010 silam yang kini telah memiliki anggota sekitar 300 orang di seantero Perancis. Wallahu’alam bish shawwab. (Pinknews/Mukminun)