Umat Islam Mesir Hendaki Hukum Islam Sebagai Dasar Negara

Mesir, Mukminun.com – Ribuan umat Islam berdemonstrasi di Kairo pada Jumat (09/11) menghendaki diterapkannya hukum Islam sebagai dasar negara dalam konstitusi baru negara tersebut yang konon kini sedang digodok.

Ribuan umat Islam lainnya berunjuk rasa di Tahrir Square untuk kali kedua, lagi-lagi menghendaki diterapkannya hukum Islam sebagai dasar bagi negara Mesir.

“Rakyat ingin penerapan hukum Allah,” seru para demonstran.

“Quran harus di atas konstitusi,” tulis sebuah plakat di tengah kerumunan massa di Tahrir Square.

Sementara itu di sudut lain dari kerumunan massa umat Islam saat itu juga terpampang plakat bertuliskan, “Bred, freedom, sharia,” (Roti [kesejahteraan ekonomi], Kebebasan, dan hukum Islam).

Dari dalam gedung parlemen Mesir sendiri, Partai Salafy An-Nur dan beberapa tokoh Ikhwanul Muslimin, mengaku tidak akan ikut serta dalam aksi massa yang digalang oleh beberapa kelompok kecil radikal tersebut.

Konstitusi Mesir pasca runtuhnya Husni Ghairu Mubarak kini sedang digodok oleh sebuah panitia konstituen yang berjumlah 100 orang, yang didominasi oleh orang-orang yang mengaku muslim.

Konstitusi ini sendiri nantinya akan menggantikan konstitusi lama yang dibuat ada tahun 1971 silam.

Di konstitusinya yang lama, Mesir mendasarkan hukumnya para “prinsip-prinsip syariah”, namun konsep serupa jelas-jelas ditolak oleh umat Islam Mesir yang menghendaki total syariah (hukum Islam).

Presiden Mesir, Muhammad Mursi yang berasal dari Partai Ikhwanul Muslimin, mengatakan bahwa konstitusi baru Mesir akan merujuk kepada hukum-hukum Islam, namun untuk terminologinya masih bisa dikompromikan. Wallahu’alam bish shawwab. (AFP/Mukminun)