“Super Trap Trans TV” Panen Hujatan Terkait Edisi “Toilet Umum”

Jakarta, Mukminun.com – Entah apa yang ada di benak kru dan editor serta penanggungjawab reality show “Super Trap Trans TV” hingga tega usil terhadap seorang ibu dan korban-korban lainnya yang sedang buang air besar di toilet umum.

Pada Ahad (25/11), acara “Super Trap” yang ditayangkan di stasiun TV milik Chairul Tandjung tersebut dengan sengaja merekam aktivitas beberapa orang di sebuah bilik toilet umum dan kemudian mengerjai mereka dengan mengunci dari luar, menyemprotkan shower, mengangkat toilet hingga keluar dari bilik.

Sontak acara tersebut menuai banyak kecaman dan hujatan dari berbagai pihak, terutama di dunia maya, baik di Twitter maupun di forum-forum online.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sendiri sebagai pusat delik aduan masyarakat mengatakan bahwa pihaknya menerima sebanyak 522 laporan dari masyarakat tentang kebejatan kru “Super Trap Trans TV” edisi “Toilet Umum” tersebut.

Nina Mutmainnah, selaku komisioner dan koordinator bidang Siaran KPI Pusat, menilai bahwa acara tersebut “tidak etis” dan “tidak pantas ditayangkan.”

Lebih lanjut Nina menambahkan bahwa mayoritas aduan dari masyarakat tentang acara “Super Trap Trans TV” edisi “Toilet Umum” berkisar tentang aspek etika dan melanggar kesantunan serta privasi.

“Kami belum menetapkan sanksi apapun. Kami sedang menganalisa tayangan ini untuk kemudian dibahas dalam rapat pleno KPI Pusat besok hari,” ungkap Nina.

Semua pihak pun mengetahui bahwa acara “Super Trap Trans TV” edisi “Toilet Umum” sangatlah tidak etis, karena para kru acara tersebut merekam aktivitas beberapa orang yang sedang buang air besar di sebuah bilik toilet umum.

Bahkan dari beberapa “korban” acara tersebut, terdapat seorang ibu yang sedang buang air besar tak bisa berbuat apa-apa dan harus menahan malu ketika toilet yang sedang ia pakai diangkat hingga keluar dari bilik.

Yang lebih disayangkan lagi adalah sikap dari para kru “Super Trap Trans TV” yang nampak bangga dan senang ketika dapat menjahili dan merekam aurat para korban toilet umum tersebut.

Meski terdapat penyensoran dalam acara tersebut, namun tetap saja aurat para korban – termasuk ibu tadi – dapat dilihat oleh para kru Trans TV yang mayoritas “Fresh Graduate” dan siap melakukan apapun meski gaji mereka hanya sebatas UMR. Wallahu’alam bish shawwab. (Irfan/Kpi/Mukminun)