Polisi Australia Tahan Dua Pria Di “Hari Raya” Karbala Umat Syiah

Sydney, Mukminun.com – Kepolisian Sydney mengkonfirmasi kebenaran bahwa pihaknya telah mengamankan dua orang pria saat umat agama syiah menggelar perayaan hari bersedih syiah yang jatuh pada 10 Muharram (Ahad 25/11).

Lebih lanjut pihak kepolisian Sydney juga menambahkan bahwa dua orang tersebut diduga menderita gangguan jiwa sehingga tidak memiliki afiliasi terhadap kelompok ekstrimis suatu agama.

Seorang pelaku dibekuk oleh jamaah syiah di kuil tersebut lalu kemudian digelandang ke kantor polisi St George, Sydney; sedang satu pelaku lainnya ditangkap diluar kuil syiah oleh jamaah lainnya.

Polisi hingga kini masih menyelidiki motif kedua pelaku tersebut yang dicurigai merupakan warga Australia dari ras Anglo-Saxon.

Seorang jamaah kuil syiah yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa dia melihat beberapa jamaah mengamankan seorang yang mengenakan baju Islami di kuil syiah pada pukul 13 waktu setempat.

Jamal Daoud dari Jaringan Keadilan Sosial ketika dihubungi oleh seorang anggota komunitas muslim mengatakan bahwa dua orang tersebut mengancam pergelaran hari berkabung agama syiah – atau biasa disebut hari Karbala – yang kala itu digelar di kuil Fatimah Al-Zahra, tempat sembahyang umat agama syiah.

Datangnya 10 Muharram biasa disambut oleh umat Islam dengan menjalankan ibadah Puasa Asy-Syura, namun hal berbeda justru dilakukan oleh umat agama Syiah.

Ya, umat agama Syiah – yang sering mengaku sebagai muslim seperti biasa – mempunyai cara konyol dalam mengisi aktivitas di tanggal 10 Muharram, yakni dengan bersedih dan berkabung karena memperingati wafatnya Husain Bin Ali Bin Abi Thalib.

Oleh umat agama syiah, tanggal 10 Muharram biasa disebut dengan hari Karbala, yang mana inilah hari ketika Husain Bin Ali Bin Abi Thalib gugur akibat salah paham di antara umat Islam zaman dahulu.

Hal inilah yang kemudian menjadi pembenaran bagi kaum agama syiah untuk menangis, memukul-mukul dada mereka sendiri, bahkan di Karbala, Iraq, mereka menyayat kepala mereka dengan pedang atau pisau hingga berdarah-darah.

Pusat peringatan 10 Muharram oleh umat agama syiah memang berpusat di Karbala, Iraq, namun hal serupa ternyata juga diadakan oleh oknum-oknum syiah di Indonesia, seperti di Semarang dan Makassar. (Theaustralian/Mukminun)