Pernyataan Sikap Forum Komunikasi Aktivis Masjid Terkait Serangan Teroris israel Laknatullah Ke Jalur Gaza


Solo, Mukminun.com – Bertempat di jantung Kota Solo, Jawa Tengah, ribuan umat Islam se-Solo Raya menggelar apel siaga mengutuk serangan keji teroris israel laknatullah di Jalur Gaza.

Acara yang diselenggarakan sesaat setelah shalat Jumat (23/11) tersebut diikuti oleh beberapa ormas Islam se Kota Solo seperti Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) yang juga sebagai penyelenggara, Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), Ponpes Darusy Syahadah, Ponpes Imam Syuhodo, Ponpes Isy-Karima, dan massa kader Partai Keadilan Sejahtera.

Selain diisi dengan orasi-orasi singkat dari berbagai ulama di Kota Solo, acara tersebut juga digalang pengumpulan dana untuk kemudian disalurkan kepada umat Islam di Jalur Gaza.

Dalam acara tersebut pula dibacakan pernyataan sikap umat Islam se-Solo Raya yang diwakili oleh Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Aktivis Masjid.

Berikut adalah salinan Pernyataan Sikap Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) yang dibacakan didepan ribuan warga Solo pada Jumat (23/11/2012) di Bundaran Gladag.

Bismillahirrahmanirrahim
PERNYATAAN SIKAP

Sebagai bangsa yang pernah dijajah, kita dapat merasakan bagaimana kepedihan bangsa terjajah. Pengalaman sejarah itulah yang telah menjiwai Piagam Jakarta yang kemudian diadopsi menjadi Preambule UUD 1945, yang menyatakan:

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

Sebagai bangsa yang berbudi dan beradab, kami sangat menaruh hormat dan penghargaan yang tinggi kepada bangsa Arab yang diwakili Mesir, yang telah berani menjadi bangsa pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia sebagai salah satu syarat yuridis berdirinya sebuah negara, sementara Amerika Serikat dan sekutunya justru berusaha mengembalikan Indonesia kembali dijajah Belanda. Maka kami sangat prihatin dengan apa yang sekarang sedang diderita oleh bangsa Arab, yaitu rakyat Palestina dan Suriah.

Maka dengan ini kami menyatakan sikap:
1. Mengutuk pembantaian yang telah dilakukan bertahun-tahun oleh Zionis israel (laknatullah) dukungan Amerika Serikat terhadap jutaan rakyat Palestina dan mengutuk pembantaian yang dilakukan oleh pemerintah Suriah, rezim Bashar Asad (laknatullah) yang dalam waktu enam bulan telah membantai rakyatnya tidak kurang dari 39.000 orang karena tidak mau mengikuti agama syiah.

2. Untuk itu sebagai komitmen dari Preambule UUD 1945, kami mendesak pemerintah Indonesia untuk berperan aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina dan Suriah, melalui cara:
a. Mengirimkan pasukan perdamaian ke Palestina dan Suriah (sebagaimana pengiriman ke Kongo, Sudan, dll), atau jika tidak ada pasukan yang dikirim, kami pemuda-pemuda masjid siap untuk diberangkatkan ke Suriah dan Palestina

b. Menginisiasi dan mengajak negara-negara Islam mewujudkan referendum bagi kemerdekaan rakyat Palestina dan Suriah, sebagaimana yang telah terjadi di Timor Leste dan Sudan Selatan.

3. Kami mendesak pemerintah Mesir untuk membuka perbatasan Rafah sebagai upaya kemanusiaan maupun untuk memudahkan para mujahidin dalam membantu rakyat Palestina mempertahankan Gaza.

4. Kami mengutuk tindakan biadab di depan kedutaan Amerika Serikat di Jl Merdeka Selatan Jakarta yang dilakukan oleh para oknum Polri terhadap para mahasiswa HMI, anak bangsa Indonesia yang sedang mengekspresikan jiwa Preambule UUD 1945 menentang sikap mendukung penjajahan yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap israel.

Kami menuntut kepada Presiden RI selaku kepala negara maupun kepala pemerintahan:
    a. Agar pelaku biadab tersebut diadili
    b. Agar diadakan re-orientasi terhadap Polri, setidak-tidaknya Polda Metro Jaya, bahwa sesuai dengan amanat Preambule UUD 1945, Polri seharusnya melindungi segenap bangsa Indonesia, bukan malah berperilaku layaknya agen CIA melindungi negara Amerika Serikat.


5. Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk membaca Qunut Nazilah agar derita rakyat Palestina dan Suriah segera berakhir dan berubah menjadi kebahagiaan.

Surakarta, 23 November 2012

Ketua Umum
DPP Forum Komunikasi Aktivis Masjid

Rahmat Wahyudhi