Kronologis Penculikan Ustadz Yasin & Pembunuhan Terhadap Asy-Syahid (insyallah) Akhi Khalid

Poso, Mukminun.com – Gencar diberitakan oleh media-media sekuler (yang memuat informasi sepihak dari Mabes Polri) bahwa dalam proses penculikan Ustadz Yasin dan pembunuhan terhadap Akhi Khalid sempat diwarnai dengan pelemparan bom oleh umat Islam ke arah Densus 88 laknatullah.

Bahkan sesaat setelah aksi teror tersebut, wartawan salah satu media sekuler di Indonesia hampir saja menjadi bulan-bulanan umat Islam karena menyampaikan kebohongan yang dibuat oleh Mabes Polri tersebut meskipun pada saat kejadian mereka juga tengah bertugas di Poso.

Berikut adalah kronologi penculikan Ustadz Yasin dan pembunuhan terhadap Asy-Syahid (insyallah) Akhi Khalid yang diringkas oleh Mukminun.com dari sebuah laporan yang disusun oleh seorang ikhwan yang tinggal di Poso, Sulawesi Tengah.

1. Sabtu, 3 November 2012 pada Subuh hari, Ustadz Yasin dan Akhi Khalid menjalankan shalat Subuh secara berjamaah di Masjid Muhammadyiah Al-Muhajirin, Kota Poso, Sulawesi Tengah.

2. Pukul 06.00, masyarakat mendengar suara rentetan senjata api dari arah Masjid Muhammadiyah Al-Muhajirin.

3. Sesaat setelah mendengar suara tembakan, warga muslim Poso berduyun-duyun menuju Masjid Al-Muhajirin untuk mengecek apa yang sedang terjadi.

4. Diketahuilah bahwa Ustadz Yasin telah diculik oleh Densus 88 laknatullah, dan sempat ditembaki ketika keadaan beliau sedang tidak berdaya di dalam mobil.

5. Warga juga mendapati bahwa salah satu saudara mereka, Akhi Khalid telah terkapar tak berdaya di halaman SD 27 Poso karena ditembak pada kaki dan kepala hingga terdapat banyak genangan darah di halaman SD tersebut.

6. Menurut kesaksian seorang warga, Akhi Khalid sempat ditangkap kemudian dilepaskan, dibiarkan lari untuk kemudian kakinya ditembak oleh Densus 88 laknatullah.

7. Setelah dirinya terjatuh, Akhi Khalid didatangi Densus 88 laknatullah yang kemudian menembaki kepalanya, tepatnya di bagian ubun-ubun, hingga tembus ke dagu sebelah kanan.

8. Ustadz Yasin belum diketahui keberadaannya, namun laporan dari seorang ikhwan via jejaring sosial menyebutkan bahwa Ustadz Yasin mendapat luka tembak pada kakinya dan masih dalam keadaan koma.

9. Sesaat setelah shalat Maghrib, jenazah Akhi Khalid yang hendak dibawa ke Jakarta akhirnya dikembalikan pada keluarga setelah situasi dan kondisi di Poso yang semakin memanas.

10. Kedatangan jenazah Akhi Khalid disambut turunnya hujan yang “menenangkan bagi orang-orang beriman.”

11. Pukul 20.30, jenazah Akhi Khalid dimakamkan diiringi gerimis. Selamat jalan saudaraku Akhi Khalid...

Wallahu’alam bish shawwab. (AMZ/I-GhariebMukminun)