Janjikan Hadiah Bagi Pembunuh Produser Innocence of Muslims, Menteri Pakistan Ini Didzhalimi AS

Pakistan, Mukminun.com – Kedutaan besar Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, membatalkan pengeluaran visa bagi menteri Pakistan Ghulam Ahmad Bilour dan istrinya pada Sabtu (10/11/12).

Selain itu, Ghulam Ahmad Bilour dan istrinya pun juga dilarang untuk mengunjungi Amerika Serikat di masa-masa mendatang.

Kedhzaliman kedubes AS tersebut terkait dengan pernyataan sang menteri yang berjanji memberikan hadiah 100,000 dollar bagi siapa saja yang mampu membunuh produser film Innocence of Muslims.

Ghulam Bilour sendiri mengumumkan sayembara tersebut pada September 2012 menyusul beredarnya trailer film Innocence of Muslims di Youtube yang kini diketahui diunggah oleh Nakoula Basseley Nakoula.

Ketakutan AS terhadap sayembara Ghulam Bilour semakin menjadi-jadi karena reaksi kemarahan umat Islam juga kemudian muncul dari gerakan-gerakan jihad globa seperti Al-Qaeda dan Taliban.

Kepada media, Ghulam Bilour mengatakan bahwa pencekalan dirinya untuk mengunjungi AS ataupun Inggris bukanlah hal yang besar.

Ia mengaku justru khawatir jika dirinya dilarang untuk mengunjungi Mekkah dan Madinah (karena kedua tempat tersebut tidak boleh dimasuki oleh orang-orang non-muslim –red).

“Saya telah menerima telefon dari kedubes hari ini, memberitahu saya tentang pencekalan dan penangguhan visa tersebut. Saya tidak khawatir apakah AS atau Inggris melarang saya memasuki negaranya, saya hanya khawatir jika saya dilarang mengunjungi Mekkah dan Madinah, namun Alhamdulilah... hal tersebut tidak terjadi,” ungkap menteri Ghulam Bilour kepada Express Tribune.

Menteri kelahiran 25 Desember 1939 tersebut pada 24 September 2012 mengeluarkan pernyataan yang mencengangkan dunia dengan bersedia merogoh kocek sebesar 100,000 dollar dan siap menghadiahkannya pada siapa saja yang mampu membunuh produser film Innocence of Muslims.

Lebih lanjut beliau menambahan bahwa anggota mujahidin Taliban maupun Al-Qaeda juga berhak mengikuti sayembara tersebut.

Sebagaimana dikutip oleh harian The Times, menteri Ghulam Ahmad Bilour siap menghabisi sang produser film tersebut jika pemerintah Pakistan mengijinkannya untuk melakukan hal tersebut. Wallahu’alam bish shawwab. (Dnaindia/Mukminun)