FUI Seru Umat Islam Bersatu Hadapi Ulah Densus 88

Jakarta, Mukminun.com – Sekertaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), KH Muhammad Al-Khaththath menyeru kepada seluruh elemen umat Islam untuk bersatu menghadapi manuver-manuver Densus 88 laknatullah yang hendak merusak citra dienul Islam.

“Ulama, habieb, dan seluruh umat Islam bersatu dari intimidasi yang mengandung unsur-unsur Islamophobia yang hendak mengkriminalilsai dan menterorisa umat Islam,” ungkap beliau dalam acara temu ulama dan aktivis Islam di kantor Majelis Ulama Indonesia pada Kamis (01/11) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, beliau menambahkan bahwa apa yang dilakukan oleh Densus 88 terhadap tiga aktivis Masjid, David, Nanto, dan Herman sarat dengan upaya yang disengaja untuk mencoreng citra dienul Islam.

“Ini seperti kesengajaan membuat citra buruk gerakan Islam dan mencoreng institusi Polri yang baru-baru ini diguncang isu korupsi Simulator SIM,” papar Ustadz Khaththath.

Analisa Ustadz Khaththath cenderung mendekati kebenaran jika didasarkan pada fakta di lapangan yang menyebutkan bahwa ketiganya ditangkap saat umat Islam sedang menjalani Hari Raya Iedul Adha.

Lebih lanjut Ustadz Khaththath menambahkan bahwa Densus 88 laknatullah tidak menemukan bom dalam penggrebekan yang dilakukan di kawasan Palmerah maupun di rumah orangtua ketiga ikhwan aktivis Islam tersebut.

“Yang bersangkutan tidak melakukan tindakan yang mereka tuduhkan. Densus juga tidak menemukan bom dalam penggrebekan di rumah kontrakan Palmerah maupun di depan rumah orangtuanya,” katanya.

Sebagaimana gencar diberitakan sebelumnya bahwa tepat pada Sabtu (27/10) tiga aktivis masjid digrebek dan diculik oleh gerombolan Densus 88 laknatullah yang berdalih bahwa ketiganya terlibat jaringan teroris kelompok baru.

Berdasarkan kesaksian warga sekitar, Sunarto Sofyan (Nanto) sedang bergiat membagikan hewan Udhiyah (Qurban) kepada salah seorang pengurban; dan ketika Nanto nampak kewalahan membawanya, Densus 88 menyergapnya dan langsung menculiknya dengan memasukkannya ke dalam mobil.

Saksi tersebut menambahkan bahwa Densus 88 laknatullah juga dicurigai “mencuri” daging udhiyah milik keluarga Nanto yang disimpan oleh orangtua Nanto di belakang rumah.

“Pas penggeledahan selesai dan keluarga masuk kerumah bersama salah satu panitia qurban yang mencari plastik qurban yang disimpan di dalam rumah om Nanto karena plastik qurban di masjid sudah habis, ketika dicari plastik yang diletakan di dalam ember di belakang atau ruang makan sudah tidak ada,” ungkap saksi mata tersebut.

Ulah Densus 88 laknatullah tersebut kemudian disebut “memalukan” oleh koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), Mustafa B Nahrawardaya karena jelas-jelas di situ Densus 88 laknatullah juga menyita daging Udhiyah yang hendak disalurkan kepada pihak-pihak yang pantas menerimanya.

“Soal daging qurban, ini sangat tidak lazim dan memalukan. Karena walau bagaimanapun daging qurban tidak ada kaitannya dengan terorisme. Saya juga dapat informasi dari keluarga di Tanah Abang, bukan hanya daging qurban tapi juga plastik yang belum dipakai untuk membungkus daging qurban pun juga diangkut jadi barang bukti oleh polisi,” ungkapnya. Wallahu’alam bish shawwab. (Merdeka/Voa-Islam/Mukminun)