Alhamdulilah... Santri Ponpes Darul Akhfiya Dibebaskan! Namun...

Nganjuk, Mukminun.com – 49 santri pondok pesantren Darul Akhfiya di Desa Kepuh, Kec. Kertosono, Kab. Nganjuk akhirnya dibebaskan pada Rabu (14/11).

Mereka dibebaskan setelah sempat menjalani pemeriksaan oleh Polres Nganjuk atas fitnah perangkat desa setempat bahwa ponpes tersebut terkait jaringan teroris.

Tidak adanya cukup bukti yang mengarah pada keterlibatan para santri dengan aktivitas terorisme seperti yang selama ini gencar diwacanakan oleh warga sekitar ponpes atas provokasi perangkat desa setempat menjadi dasar utama pembebasan mereka.

Keputusan untuk memulangkan para santri Darul Akhfiya itu sendiri, menurut Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk, merupakan keputusan pemerintah setempat yang menilai bahwa aktivitas santri tidak membahayakan.

“Sebelumnya kita sudah melakukan koordinasi dengan Polres Nganjuk. Sehingga hari ini mereka kita kembalikan ke rumah masing-masing dengan didampingi orangtua,” ungkap Gunawan kepada wartawan pada Rabu (14/11).

Kabar mengenai dibebaskannya 49 santri ponpes Darul Akhfiya memang menggembirakan, namun di saat yang bersamaan, citra negatif yang datang seiring dengan kejadian tersebut akan sulit dihindarkan.

Hal ini terwujud menyusul maraknya pemberitaan negatif oleh media-media sekuler seperti yang dilakukan oleh harian Suara Pembaruan.

Dalam salah satu judul pemberitaannya, koran Suara Pembaruan menulis “Polisi Periksa 49 Anggota Gamis: Warga Gerebek ‘Sarang Teroris’ Di Nganjuk.”

Di antara sekian banyak ulasan miring mengenai penangkapan 49 santri ponpes Darul Akhfiya di Nganjuk, judul di ataslah yang dirasa paling menohok bagi civitas akademika Ponpes Darul Akhifya khususnya, dan bagi umat Islam pada umumnya. Wallahu’alam bish shawwab. (Kompas/Merdeka/Suarapembaruan/Mukminun)