Ribuan “Wong Islam Solo” Kompak Sampaikan Dukungan Moril Untuk Umat Islam Suriah

Solo, Mukminun.com – Bertempat di jantung Kota Solo, perempatan Gladak Jalan Slamet Riyadi, ribuan umat Islam dari berbagai masjid, ormas, dan gerakan dakwah tumpah ruah menyampaikan dukungan moril untuk saudara-saudara Muslimin mereka di Suriah.

Acara yang digelar pada Jumat (13/7) tersebut diprakarsai oleh 20 instansi dan ormas-ormas Islam se-Kota Solo, seperti Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS0, Forum Komunikasi Antar Masjid (FKAM), FUJAMAS, FPI, Jamaah Ansharut Tauhid, HTI Solo, FPU, ASLAMI, serta beberapa pondok pesantren di Solo dan sekitarnya.

Meski berdiri di bawah sengatan sinar matahari pukul 13.00 waktu setempat, tak nampak ekspresi kepanasan, letih, lelah dan bosan dari para perserta yang mengikuti acara “Pray For Syiria – Solidaritas Umat Islam Solo Raya Untuk Muslimin Suriah” tersebut.

Padahal kala itu, sejumlah pemuda Muslim santri Ponpes Al-Mukmin dan Laskar Umat Islam Surakarta melakukan longmarch dari basecamp mereka menuju lokasi pagelaran aksi masa tersebut.


Namun memang seperti itulah indahnya persaudaraan Islam. Seorang peserta aksi menuturkan bahwa dirinya tidak ingin mengeluh dengan panasnya suasaan Kota Solo saat itu karena hal tersebut tidak ada apa-apanya dengan penderitaan yang dialami oleh ribuan umat Islam di Suriah.

Nampak dalam acara tersebut beberapa ulama asal Solo seperti Ustadz Khairul dari Front Pembela Islam Solo, Ustadz Edy Lukito, SH, serta Ustadz DR. Mu’inuddinillah Bashri, MA dengan pengalamannya bertahun-tahun malang melintang di Suriah dan negara-negara Timur Tengah.

ustadz Edy Lukito, SH, dengan kapasitasnya sebagai ketua Forum Solidaritas Umat Islam Solo Daya Untuk Muslimin Suriah membacakan Pernyataan Sikap Forum Umat Islam Solo Raya Untuk Muslimin Suriah yang didalamnya terdapat lima poin tuntutan umat Islam Solo Raya untuk penyelesaian pemusnahan umat Islam (Muslim Cleansing) di Suriah.

Lima poin tersebut antara lain mengutuk kedzhaliman presiden Suriah Bashar Assad, menuntut presiden Bashar Assad mundur, menuntut pemerintah Indonesia berperan aktif dalam menyelesaikan tragedi tersebut melalui lobi-lobi internasional, mengajak umat Islam untuk memberikan bantuan moril maupun materiil, serta menyeru umat Islam untuk membaca Qunut Nazilah demi kejatuhan rezim Bashar Assad.

Ustadz DR Mu'inuddinillah Bashri, MA (Hijau), Ustadz Edy Lukito, SH (Putih)

Ustadz Khairul Front Pembela Islam (FPI) Solo

Yang paling spesial dari sekian orator yang tampil kala itu adalah kehadiran Ustadz Mustaqqim dan Ustadz Arham dari KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) yang baru satu pekan di Indonesia setelah menghabiskan delapan tahun menjadi relawan di Suriah.

Keduanya memang tidak bercerita banyak tentang kondisi terakhir di Suriah karena mereka mengaku mulut mereka terlalu “kelu” untuk bercerita tentang penderitaan kaum Muslimin di Suriah.

“Terasa lidah kelu untuk berkata, di saat yang sama tentara zionis israel telah membantai umat Islam di Gaza, di saat yang sama tentara Basyarul Assad membantai umat Islam di Syiria, di detik ini juga kita mempunya perbedaan empat jam lebih awal dari mereka, kalau kita sempat memejamkan mata untuk tidur, maka para mujahid yang berada di front terdepan tidak mempunyai kekuatan, juga tidak mampu memejamkan mata-mata mereka...!” kutipan orasi singkat Ustadz Arham yang meledak-ledak.
Ustadz Mustaqim (KISPA)
Ustadz Arham (KISPA)
Ustadz Mustaqim yang pembawaannya lebih lembut dalam orasinya menyampaikan wasiat seorang ulama Sunni Suriah yang disampaikan kepada umat Islam di Indonesia melalui beliau.

“Salah seorang sheikh yang berada di perbatasan Suriah dan Turki, yang tepatnya di propinsi Antakia, ketika khutbah Jumat kemarin memberikan wasiat kepada diri saya pribadi untuk saya sampaikan kepada antum kaum Muslimin semua... Pertama mereka mengajak, meminta, dan memohon kepada antum semua untuk bangun malam, melaksanakan shalat tahajud dan mengangakat tangan seraya memohon kemenangan... An-Nasr! Untuk masyarakat kaum Muslimin Suriah detik dan sekarang juga!” kata Ustadz Mustaqim.

Dalam acara yang juga diisi dengan aksi teatrikal dari Mahasiswa Pecinta Islam (MPI) ini ditutup dengan orasi dan doa dari Ustadz DR. Mu’inuddinillah Bashri, MA. Wallahu’alam bish shawwab. (Irfan/Mukminun)