Puluhan Warga AS Gelar Aksi Solidaritas Untuk Suriah

New Jersey, Mukminun.com – Sekitar 50 warga AS yang berasal dari New Jersey dan New York berkumpul di Times Squre pada Sabtu (14/7) menggelar aksi solidaritas untuk umat Islam di Suriah.

Para peserta aksi meneriakkan “What do we want? Freedom! When do we want it? Now!” (Apa yang kami mau? Kemerdekaan! Kapan kami ingin itu? Sekarang!).

Beberapa peserta lainnya nampak membentangkan kertas berisi statistik tentang jumlah korban kedzhaliman “Fir’aun” Bashar Assad.

Aksi solidaritas untuk umat Islam Suriah ini digelar oleh komunitas lokal yang telah beberapa kali menggelar aksi serupa sejak pecah bentrokan antara rezim Syiah Nushairiyah pimpinan presiden Suriah Bashar Assad dengan umat Islam di sana.

“Tujuan utama (acara ini) adalah melanjutkan upaya menyadarkan publik Amerika tentang apa yang sedang terjadi (di Suriah). Kami sangat berharap opini publik di sini dan di belahan dunia lainnya akan berubah sehingga langkah tepat untuk menghadapi situasi di Suriah dapat ditentukan,” ungkap Mohamed Khairullah, walikota Prospect Park dan presiden Syrians Americans for Democracy.

Turut hadit dalam aksi solidaritas untuk umat Islam Suriah tersebut antara lain 30 orang jamaah Masjid Omar di Paterson yang menaiki bus menuju lokasi aksi di Manhattan.

Ghuydar Basmaf, salah satu jamaah Masjid Omar di Paterson, mengaku bingung tentang nihilnya peran PBB dan negara-negara lain terhadap situasi di Suriah.

“Ini sungguh memalukan bahwa PBB dan negara-negara lain tidak mengambil tindakan saat setidaknya 100 orang dibantai setiap hari,” kata Ghuydar Basmaf.

Dalam orasinya, Mohamed Khairullah membacakan sebuah puisi dalam bahasa Aran dan berbicara tentang perlunya mengakhiri rezim otoriter Bashar Assad.

Salah satu peserta aksi, Mawada Koueder dari North Bergen, mengaku bahwa dirinya telah beberapa kali mengikuti aksi serupa seperti yang digelar di Washington DC dan Philadelphia.

“Ini kan negara saya, jadi saya ingi melakukan yang terbaik yang saya bisa untuk bantu mereka. Ini sungguh hal yang berat karena ada banyak warga Amerika yang menganggap bahwa ini (Suriah) bukan negara mereka jadi mereka tidak perlu repot-repot bantu,” kata pemudi 21 tahun ini.

Jihad di Suriah telah dimulai sejak 15 Maret 2001 silam, sehingga hari itu disebut sebagai “Hari Kemarahan” dimana rakyat Suriah yang mayoritas Sunni menghendaki perbaikan standar hidup dan dihentikannya kedzhaliman rezim Syiah Nushairiyah terhadap umat Islam (Sunni).

Di New Jersey sendiri terdapat lebih dari 13.000 warga Suriah yang telah memiliki Kartu Hijau untuk hidup di AS.

Meski begitu, dari 13.000 tersebut ternyata juga terdapat beberapa pendukung Bashar Assad yang jelas-jelas tidak mau ikut menyatakan pembelaan terhadap saudara-saudara mereka di kampung asal mereka di Suriah.

Bahkan beberapa pendukung Bashar Assad laknatullah, termasuk juga umat Kristiani Suriah di New Jersey, mengatakan bahwa presiden tangan besi Bashar Assad adalah seorang pemimpin yang bagus. Naudzubillahi min dzalik!

Sehari sebelum aksi solidaritas tersebut digelar, beredar kabar bahwa tentara teroris antek-antek Bashar Assad mulai menggunakan senjata kimia untuk membunuh lebih dari 200 umat Islam dalam satu hari.

Jika kini yang di Amerika saja mau memikirkan kondisi umat Islam di Suriah, bagaimana dengan Anda? Mari bersama “berjihad” membantu saudara kita di Suriah dengan segala kemampuan yang kita bisa! Allahu Akbar! (Northjersey/Mukminun)