Puasa Ramadhan, Definisi, Hukum, Penentuan Hari Pertama, Dan Niat

Oleh Sheikh Muhammad Jamil Zainu
Definisi puasa
Puasa ialah menahan diri dari makan, minum, jima’ dan seluruh hal yang dapat membatalkannya dengan niat beribadah kepada Allah Ta’ala dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Hukum puasa Ramadhan adalah wajib atas setiap muslim yang telah baligh (dewasa), berakal, mampu melaksanakannya dan muqim (menetap). Wajib pula bagi wanita apabila telah suci dari haidh (menstruasi) dan nifas (darah pasca bersalin).

Hari pertama Ramadhan ditetapkan dengan melihat hilal (bulan sabit muda) atau menyempurnakan Sya’ban sebanyak 30 hari (apabila terhalang melihat hilal).
Rasulullah Salallahu’alaihi Wasallam bersabda:

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمِّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَان ثَلَاثِينَ يَوْمًا

“Berpuasalah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihatnya. Apabila (penglihatan) kalian terhalang maka sempurnakan bulan Sya’ban tiga puluh hari.” (Muttafaq ‘alaihi)

Hukum Niat dalam Puasa Ramadhan
Dalam puasa Ramadhan, wajib berniat untuk puasa ramadhan dan bagi orang yang berpuasa cukuplah baginya meniatkan di dalam hatinya. Tidak ada dalilnya melafazhkan niat baik ketika puasa ataupun shalat.

Barangsiapa yang bersahur sebelum fajar maka ia telah berniat dan barangsiapa yang menahan dari makan, minum dan pembatal puasa di tengah hari dengan ikhlas kepada Allah, maka ia telah berniat walaupun ia tidak bersahur. (Lihat Fiqih Sunnah). Wallahu’alam Bish Shawwab.