Pemerintah Uzbekistan Larang Pernikahan Islami, Tanpa Musik Dan Miras

Tashkent, Mukminun.com – Dalam rangka penguatan kebebasan individual, pemerintah Uzbekistan mengambil tindakan tegas melawan berkembangnya trend nikah secara Islami di negara tersebut.

Salah satu lembaga “think-tank” Expert Working Group awal bulan ini merilis sebuah laporan yang menunjukkan bahwa pernikahan secara Islami menjadi semakin populer di Uzbekistan.

Prosesi pernikahan secara Islami ini sendiri biasa ditemukan pada pasangan yang baru saja kembali dari Kazakhstan dan Rusia, dua tempat di kawasan tersebut yang lebih bebas dalam beragama.

Laporan itu sendiri dilatar-belakangi oleh meningkatnya jumlah pernikahan berbasis keagamaan yang diselenggarakan tanpa musik, tanpa tari-tarian, tanpa minuman keras, dan terpisahnya tamu pria dari tamu wanita.

Di Uzbekistan sendiri, sering ditemukan laporan mengenai kedzhaliman polisi lokal dan satuan keamanan nasional terhadap beberapa keluarga yang menyelenggarakan pernikahan secara Islami.

Mereka bertindak sangat responsif terhadap laporan tentang acara pernikahan yang dihelat menggunakan prosesi ajaran Islam.

Salah satu pejabat urusan keagamaan pemerintah Uzbekistan mengkonfirmasi kebenaran berita bahwa memang ada beberapa oknum pemerintah yang “mengunjungi” keluarga-keluarga yang mengadakan pernikahan secara Islami.

Pejabat ini menuding anggota Hizbut Tahrir sebagai dalang di balik maraknya pernikahan yang digelar secara keagamaan.

Lebih lanjut pejabat tersebut membeberkan bahwa untuk mengkategorikan pernikahan tersebut diselenggarakan secara Islami atau tidak sehingga patut untuk dibubarkan, pemerintah dan kepolisian hanya cukup melihat dari baju yang dikenakan dan adakah musik atau tari-tarian di dalamnya.

“Para wanita mengenakan baju hitam, ada khutbah, namun tidak ada musik atau tarian, maka itulah ‘pertemuan’ (pernikahan secara Islami yang patut dilarang). Warga yang lain kan jadiu tidak bisa membedakan ini pernikahan atau layatan. Jadi kami (pemerintah) harus mengatakan bahwa (pernikahan model) beginian enggak bagus,” kata pejabat tersebut.

Uzbekistan sendiri merupakan sebuah negara di Asia tengah, yang lokasinya terletak di tengah pertarungan antara Rusia dan barat.

Selain itu, di negara yang merupakan tanah kelahiran Imam Bukhari dan Imam Muslim ini umat Islam merupakan 88%  dari total 28 juta populasi penduduk Uzbekistan.

Meski terkenal sebagai tempat kelahiran ulama-ulama besar, pemerintah Uzbekistan oleh sebuah lembaga HAM dari New York disebut sebagai negara yang terus-menerus melakukan kedzhaliman terhadap umat Islam yang menjalanan keyakinan mereka. Wallahu’alam bish shawwab. (OnIslam/Mukminun)