Dipenjara, Pembakar Quran Ini Tetap Jadi Bulan-bulanan Massa

Islamabad, Mukminun.com – Sekitar 2000 warga Muslim Pakistan merangsek masuk ke sebuah kantor polisi untuk menarik keluar penjara seorang pembakar Quran yang kemudian dibakar dan dipukuli hingga tewas.

Massa menyerbu kantor polsek Bahawalpur karena kepolisian setempat menolak permintaan warga untuk menghakimi pelaku pembakar Quran tersebut.

Kapolsek Bahawalpur, Ghulam Mohiuddin, mengatakan bahwa sang pelaku pembakaran Quran, Ghulam Abbas (40) dipenjara setelah beberapa warga menangkapnya sedang membakar Kitab Suci agama Islam, Al-Quran.

Ghulam Mohiuddin menambahkan keterangan bahwa sesaat setelah massa mengamuk di kantor polsek Bahawalpur, massa terlihat membakar beberapa unit sepeda dan sepeda motor serta merusak fasilitas kantor.

Lebih lanjut kapolsek Ghulam Mohiuddin mengatakan bahwa sang pembakar Quran, Ghulam Abbas, kemudian diseret ke perempatan terdekat untuk kemudian dipukuli dan dibakar hingga tewas.

Kepala kepolisian daerah setempat, Ahmed Ishaq jahangir, mengatakan bahwa jumlah massa terlalu besar untuk dapat ditangani oleh petugas polsek Bahawalpur sehingga peristiwa tersebut tidak bisa dihindarkan.

Pakistan sendiri merupakan satu negara dengan jumlah penganut Islam terbesar kedua setelah Indonesia.

Pakistan memiliki undang-undang anti peninstaan agama yang dapat digunakan untuk menjerat pelaku penistaan agama kepada hukuman mati.

Januari tahun lalu, Gubernur Punjab, Salman Taseer, ditembak hingga tewas oleh salah satu bodyguards-nya karena menentang undang-undang tersebut.

Belum lagi pada Juni tahun ini ketika sekelompok massa menyerang satu kantor polisi di utara Quetta menuntut agar seorang pembakar Quran dipenjara. Wallahu’alam bish shawwab. (Sowetanlive/Mukminun)