Lebanon Hukum Mati 148 Aktivis Muslim Yang Bantu Pengunsi Palestina

Kamp Pengungsi Palestina Di Nahr Al-Bared Yang Dihancurkan Teroris Lebanon
Beirut, Mukminun.com – Hakim dzhalim Ghassan Oueidat, pada Kamis (19/7), menyarankan hukuman mati terhadap 148 aktivis Muslim yang membantu pengungsi Palestina saat para pengungsi didzhalimi teroris Lebanon pada tahun 2007 silam.

Dari 148 Muslim tersebut, 11 orang nampa tidak hadir namun tetap mendapatkan vonis pengadilan dzhalim tersebut (in absentia –red), sementara sisanya telah ditahan oleh pemerintah dzhalim Lebanon sejak tahun 2007, atau sesaat setelah bentrokan antara pengungsi Palestina dengan teroris Lebanon pecah.

Dalam pembacaan vonis, 148 aktivis Muslim tersebut dijatuhi hukuman mati karena men-shadaqahkan sebagian hartanya untuk membantu pengungsi Palestina di Lebanon yang sedang didzhalimi oleh teroris Lebanon.

Mereka juga dianggap bersalah karena lebih membela saudara seiman dari Palestina daripada membela “saudara senegara” dari tentara Lebanon yang terdapat indikasi menganut agama Syiah.

Yang aneh dari keputusan hakim Oueidat adalah lamanya rentang waktu yang diperlukan untuk menjatuhkan vonis tersebut, yakni lima tahun.

Dengan demikian 148 aktivis Muslim tersebut, yang berasal dari Lebanon, Suriah, Palestina, dan Arab Saudi ini, telah dipenjara selama lima tahun oleh pemerintah dzhalim Lebanon tanpa alasan yang jelas.

Kedzhaliman hakim Oueidat berlanjut dengan mengeluarkan surat penangkapan terhadap 224 aktivis Muslim lainnya, angka yang sedikit berkurang dari rencana semula yang hendak menangkap 284 aktivis Muslim di Lebanon.

Sementara it, media-media lokal menyebutkan bahwa terdapat 55 tahanan Muslim lainnya yang konon sedang menjalani proses investigasi.

Semoga Allah memberi mereka kesabaran dan ketabaha menghadapi kedzhaliman pemerinah Lebanon; dan semoga Allah segera memberikan kemenangan kepada umat Islam di Lebanon. Aamiin. Wallahu’alam bish shawwab. (DailyStar/Mukminun)