Setan Geert Wilders Bisiki Pemerintah AS Agar Larang Pembangunan Masjid

Colorado, Mukminun.com – Datang ke Colorado dengan membawa pesan Islamophobianya, setan Geert Wilders menyeru kepada anggora legislatif AS untuk melarang pembangunan masjid untuk menghentikan “Islamisasi” negara-negara barat.

“Jika kita tidak menghentikan Islamisasi ini, kita akan kehilangan segalanya, identitas kita, budaya kita, negara konstitusional demokratis, kebebasan kita, dan peradaban kita,” kata setan Wilders sebagaimana dikutip oleh The Colorado Statesman.

Setan Geert Wilders, pemimpin sayap kanan Partai Kebebasan Belanda ini mengatakan bahwa pelarangan masjid-masjid baru akan membantu menghentikan proses Islamisasi Eropa dan Amerika Serikat.

“Kita harus melarang pembangunan masjid-masjid baru. Sudah cukup banyak Islam di Barat.”

Setan Geert Wilders sendiri memang dikenal dengan sikapnya yang senantiasa menentang Islam dan membenci umat Islam.

Dia pulalah yang menyeru peredaran Kitab Suci Al-Quran dengan menyebut bahwa Quran sebagai “Kitab Fasis,” naudzubillahi min dzalik...!

Di tahun 2008, setan Wilders pernah mengeluarkan sebuah video murahan berdurasi 15 menit yang menggambarkan bahwa Al-Quran adalah pemicu segala kekacauan yang ada di dunia ini.

Meski begitu, kampanye partainya yang cenderung anti-Islam itu justru mampu mendongkrak perolehan suaranya di pemilu Belanda tahun 2006 silam.

“Menurut saya, sependek pengetahuan saya, Islam bukanlah sebuah agama, melainkan sebuah ideologi totalitarian yang berusaha untuk menguasai dunia,” tuduh setan Wilders.

“Saya yakin bahwa Islam dan kebebasan tidak sejalan.”

Usulan Wilders kepada anggota legislatif AS menuai reaksi beragam.

Salah satu anggota legislatif Colorado, Kevin Grantham, kemudian menyadari bahwa peranan masjid-masjid dalam masyarakat Islam sangat jauh berbeda dengan peranan gereja-gereja Kristen di masyarakat.

“Masjid-masjid tu tidak seperti gereja-gereja selama ini kita pahami. Umat Islam berpikir bahwa masjid merupakan pusat kegiatan umat, pusat aktivitas sebuah komunitas, lebih dari perang budaya atau nasionalisme,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kevin Grantham yang terpengaruh bisikan setan Wilders mengaku bahwa dirinya perlu mempertimbangkan lebih dalam jika ada proposal pembangunan masjid-masjid baru di kawasannya.

“Gereja-gejera kami, kami tidak merasakan peranan seperti itu (seperti masjid –red). Gereja adalah tempat ibadah, dan masjid bukan hanya itu. Kami perlu mempertimbangkan hal tersebut ketika mengijinkan pembangunan masjid,” tambah Kevin Grantham.

Menanggapi hal tersebut, Ibrahim Hooper dari Dewan Hubungan Islam-Amerika menyebut bahwa Islamophobia (ketakutan yang berlebihan terhadap Islam –red) memang sedang mengalami peningkatan di Amerika Serikat.

Meski begitu, tambah Hooper, media-media mainstream di Amerika Serikat kurang mengekspos hal tersebut.

Ibrahim Hooper mengatakan bahwa media-media mainstream di Amerika hendak “meminggirkan kaum minoritas ini (Umat Islam) dengan berkoar-koar” melawan umat Islam.

Selain itu, salah satu strategi untuk meminggirkan umat Islam oleh media-media di AS adalah dengan mengambil sikap diam terhadap pernyataan-pernyataan anti-Islam yang dikeluarkan oleh pejabat-pejabat pemerintah setempat. Wallahu’alam bish shawwab. (Onislam/Presstv/Mukminun)