Ust. Abdul Rochim Baasyir: Waspadai Lima Jurus Dasar Para Liberalis!

Solo, Mukminun.com – Ustadz Abdul Rochim Baasyir, putra dari ulama kharismatik Ustadz Abu Bakar Baasyir, menilai bahwa jaringan Islam liberal (JIL) merupakan sebuah virus yang sangat berbahaya dan dapat merusak tatanan kehidupan.

Hal ini beliau simpulkan dalam sebuah kuliah umum tentang “Liberalisme dan Bahayanya Bagi Islam dan Muslimin” yang digelar oleh #SoloMovement, sebuah gerakan pemuda Muslim yang fokus pada upaya melawan derasnya arus pemikiran liberalisme.

Dalam kuliah yang beliau sampaikan di Masjid Al-Huda, Solo, pada Ahad (3/5) tersebut, Ustadz Iim, demikian beliau biasa dipanggil, mengatakan bahwa pencetus ide liberalisme adalah iblis laknatullah.

Dengan berdasarkan pada Quran Surat Al-A’raaf Ayat 19-22, Ust. Iim berkesimpulan bahwa upaya liberalisme telah dilakukan iblis laknatullah terhadap Nabi Adam dan Ibunda Siti Hawa, yakni dengan membujuk keduanya untuk ‘melanggar larangan memakan buah khuldi.’

“Orang-orang liberal sering menggunakan istilah ‘menasihati,’ dan ini persis seperti upaya setan dalam ‘menasihati’ Nabi Adam untuk makan buah khuldi,” kata beliau.

Selain iblis laknatullah, salah satu pihak yang menjadi pencetus ide liberalisme adalah orang-orang kafir (non-Muslim).

Hal ini beliau dasarkan pada sebab turunnya Surat Al-Kaafirun, dimana orang-orang kafir saat itu membujuk Rasulullah untuk berbagi waktu dalam beribadah, baik beribadah kepada Allah maupun melakukan kesyirikan dengan menyembah selain Allah.

“Orang-orang kafir dahulu mengajak untuk melakukan kesyirikan selama satu tahun, kemudian mereka akan menyembah Allah satu tahun juga. Kan ga nyambung, ibaratnya bagaimana mungkin es dan api jadi satu,” ungkap Ust. Iim, yang juga menjadi pemimpin redaksi MuslimDaily.net itu.

“Jadi liberal itu dicetuskan oleh iblis dan didakwahkan oleh orang-orang kafir. Jadi JIL itu bukan Islam, karena mereka menyembah kebebasan,” tambah beliau.

Setelah memaparkan panjang lebar asal-usul liberalisme dan pandangan syar’i tentang liberalisme, Ust. Iim Baasyir meminta segenap umat Islam, terutama generasi muda, untuk mengenal strategi dakwah pegiat liberalisme ini.

Ust. Iim Baasyir | Photo: Irfan

Menurut Ust. Iim Baasyir, para liberalis cenderung menggunakan lima “jurus dasar” dalam mendakwahkan misi liberalisme tersebut.

Jurus yang pertama, menurut Ust. Iim Baasyir, adalah upaya para liberalis untuk ‘menihilkan nilai-nilai penting dalam ajaran agama.

Jurus yang kedua, lanjut beliau, adalah adanya upaya dari para liberalis untuk “menyamakan semua agama, membenarkan segala bentuk keyakinan walau tak bersumber dari dasar yang bisa di pertanggungjawabkan sekalipun, membela ajaran-ajaran yang menyesatkan.”

Jurus ketiga yang sering digunakan para kafir liberalis adalah “menghilangkan rasa hormat pada keaslian Quran, mengajarkan kritik terhadap ayat-ayat Allah, membuat penafsiran semaunya terhadap ayat-ayat Allah.”

Strategi keempat yang sering didengungkan oleh para kafir liberalis adalah upaya “pemaksaan kesamaan hak dalam bentuk jumlah antara laki dan wanita.”

“Jelas ini membawa kerusakan dalam tatanan moral dan naturalitas kehidupan manusia,” papar beliau.

Dan jurus terakhir yang juga sering dikampanyekan oleh para kafir liberalis adalah “menyebarkan nilai kepemimpinan kepada khalayak umum yang pastinya hanya membawa pada ketidak-fokusan dalam praktek kepemimpinan.”

“Mereka mengkampanyekan demokrasi, dalam artian semua orang bisa memimpin. Bayangkan jika di dunia ini ada dua tuhan! Tuhan A pengennya malam itu terang, kemudian tuhan B maunya malam itu gelap! Kan kacau kalau seperti ini,” kata beliau menutup materi kuliah tersebut. Wallahu’alam bish shawwab. (Irfan/Mukminun)